BITUNG — Pelatihan jurnalistik yang digelar SMAN 1 Bitung menyasar kemampuan siswa dalam mencari dan mengolah informasi. Materi disampaikan bertahap, dimulai dari pengertian, sejarah, dan prinsip pers, sebelum masuk ke praktik penulisan berita.
Yoseph E. Ikanubun dan Julkifli didapuk sebagai pemateri dalam kegiatan yang berlangsung di Lab Komputer sekolah tersebut. Keduanya membawakan materi soal unsur berita 5W+1H, teknik wawancara, serta cara menulis berita yang baik dan sesuai fakta.
Peserta mendapatkan sejumlah materi dasar jurnalistik dalam pelatihan tersebut, di antaranya:
Materi pertama yang disampaikan menyoroti pengertian, sejarah, dan prinsip pers. Siswa diperkenalkan pada istilah jurnalis, wawancara, dan reporter agar memahami peran masing-masing dalam kerja pemberitaan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa di bidang jurnalistik. Selain itu, pelatihan diarahkan untuk mengembangkan keterampilan menulis dan berkomunikasi para peserta.
Ada pula target yang lebih luas, yakni melatih siswa agar mampu menyampaikan informasi secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab. Kemampuan itu dinilai relevan tidak hanya untuk kegiatan sekolah, tetapi juga kehidupan sehari-hari.
Kepala SMAN 1 Bitung Syane Buisang membuka kegiatan tersebut melalui sambutan sebelum sesi materi dimulai. Pelatihan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita di Lab Komputer sekolah.
Pihak sekolah berharap siswa SMAN 1 Bitung dapat mengembangkan kreativitas serta keterampilan jurnalistik yang diperoleh selama pelatihan. Keterampilan itu diharapkan diterapkan dalam kegiatan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya sekolah memperkenalkan literasi media sejak dini. Dengan memahami cara kerja jurnalistik, siswa diharapkan lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.