SULAWESI UTARA — Ukraina mengerahkan rudal jelajah Flamingo FP-5 berbobot 6 ton untuk menyerang Kilang Minyak Gazpromneft-Moskow, memicu kebakaran besar di fasilitas berkapasitas 11,6 juta ton per tahun. Serangan itu berlangsung bersamaan dengan peluncuran lebih dari 1.000 drone yang menjangkau ibu kota Rusia, dan disebut Presiden Volodymyr Zelensky sebagai operasi jarak jauh paling berdampak sejak perang dimulai. Rudal produksi Fire Point ini diklaim melampaui Tomahawk Amerika Serikat dari sisi daya hancur dan jangkauan.
Perusahaan rintisan pertahanan Fire Point merancang dan memproduksi sebagian besar komponen Flamingo FP-5 di dalam negeri Ukraina. Rudal sepanjang 12,19 meter itu mulai diproduksi pada Agustus 2025 dan mendapat namanya dari rona merah muda yang muncul saat uji coba.
Zelensky menargetkan Flamingo sebagai rudal paling sukses yang dimiliki Ukraina. Klaim itu bertumpu pada dua keunggulan utama: daya hancur yang disebut lebih besar dari Tomahawk dan jangkauan yang mencapai hampir 3.218 kilometer.
Serangan menyasar Kilang Minyak Gazpromneft-Moskow, pabrik yang memproduksi sekitar 11,6 juta ton minyak per tahun. Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di fasilitas tersebut setelah rentetan serangan semalaman.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut serangan itu sebagai yang terbesar di ibu kota Rusia sejak perang dimulai. Kerusakan signifikan tercatat di area kilang, sementara di wilayah Moskow yang lebih luas setidaknya dua orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.
Zelensky menegaskan serangan itu menyasar fasilitas industri minyak dan logistik Rusia. "Respons jarak jauh kami memberikan dampak sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam," tulisnya di X.
"Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik agresor berhasil diserang. Nilainya miliaran dolar yang selama ini menopang mesin perang mereka," lanjut Zelensky.
Flamingo pertama kali dipakai untuk menyerang pabrik mesin Votkinsk milik Rusia pada Februari, sekitar 1.384 kilometer melintasi perbatasan. Insiden itu tercatat sebagai serangan terjauh Ukraina ke wilayah Rusia menggunakan senjata domestik sebelum operasi terbaru.
Rudal ini dikerahkan bersama rudal balistik Pelican yang jangkauannya lebih pendek. Pelican dirancang melesat lebih cepat untuk membanjiri sistem pertahanan Rusia, sehingga proyektil jarak jauh seperti Flamingo bisa menembus tanpa hambatan.
Serangan terhadap kilang minyak Moskow meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya terasa di berbagai wilayah Rusia: produksi minyak berkurang, harga bahan bakar melonjak, dan antrean panjang muncul di pompa bensin.
Kyiv menyatakan serangan-serangan ini bertujuan menghambat kemampuan Rusia mendanai mesin perangnya. Para pejabat Amerika Serikat menilai rentetan serangan tersebut mengganggu harga minyak global yang sudah tinggi akibat perang di Iran.
Operasi terbaru bertepatan dengan pemungutan suara yang digelar Rusia di lima wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan militernya, termasuk Krimea yang dianeksasi. Ukraina belum mengumumkan jadwal produksi Flamingo selanjutnya atau target berikutnya.