SULAWESI UTARA — Bungie memastikan seluruh campaign, destination, dan raid Destiny 2 yang sebelumnya dihapus lewat sistem Content Vault akan dikembalikan dan bisa diakses semua pemain. Keputusan ini muncul setelah studio mengakui terlalu fokus mengejar visi internal dan mengabaikan hal yang paling dihargai komunitasnya. Pemulihan tidak berlangsung instan karena tim harus menyesuaikan pencahayaan, encounter, musuh, hingga sistem internal agar konten lawas berjalan di standar versi terkini.
Pengumuman itu disampaikan lewat video yang menyertai blog post bertitel "The Next Chapter for Bungie". Studio menegaskan bahwa campaign, destination, dan raid yang pernah masuk Content Vault akan tersedia kembali untuk seluruh pemain Destiny 2, bukan hanya mereka yang memiliki ekspansi terkait.
Keputusan ini menandai pembalikan arah setelah bertahun-tahun Bungie menerapkan sistem Content Vault. Sistem tersebut membuat sejumlah konten lama tidak lagi bisa dimainkan, sebuah kebijakan yang sejak awal menuai protes keras dari komunitas.
Studio Head Poria Torkan dan Head of Product sekaligus General Manager Marathon, Josh Deane, mengakui bahwa penghapusan konten berdampak jangka panjang terhadap pengalaman bermain. Dampak terbesar, menurut keduanya, adalah terkikisnya kepercayaan komunitas terhadap Bungie.
Respons tajam pemain terhadap keputusan penghentian update Destiny 2 disebut menjadi salah satu faktor penting di balik perubahan ini. Sebelumnya, Monuments of Triumph sudah dinyatakan sebagai update konten terakhir untuk Destiny 2.
Dalam pengumuman terbarunya, Bungie justru menegaskan belum selesai dengan Destiny dan menyebut game tersebut sebagai bagian fundamental dari masa depan studio.
Pemain tidak akan langsung mendapatkan seluruh konten lama dalam waktu dekat. Bungie menjelaskan bahwa proses pemulihan memerlukan penyesuaian teknis yang cukup rumit.
Perubahan besar yang terjadi pada Destiny 2 sejak ekspansi Beyond Light membuat tim harus menyesuaikan kembali pencahayaan, encounter, musuh, serta berbagai sistem internal. Tujuannya agar konten lawas dapat berjalan dengan standar stabilitas dan gameplay versi sekarang.
Artinya, konten yang dikembalikan tidak sekadar "dinyalakan ulang" dari arsip. Setiap bagian perlu diuji ulang agar tidak bentrok dengan sistem yang sudah berkembang sejak Beyond Light dirilis.
Arah baru ini tidak hanya berlaku untuk Destiny 2. Bungie mengakui bahwa jumlah pemain Marathon belum mencapai target yang diharapkan.
Tim berencana memperkuat game tersebut melalui pengembangan pada sisi combat, dunia, serta cara pemain berinteraksi di dalamnya. Rencana itu mencakup PvE kooperatif, PvP kompetitif, dan PvPvE.
Bungie juga menjadwalkan Nightfall Refresh pada Oktober serta update Symbiosis pada Desember sebagai bagian dari penguatan Marathon.
Langkah Bungie ini menyoroti pola yang makin sering muncul di industri game live service global. Konten yang dihapus demi efisiensi teknis atau ukuran file kerap berujung pada keluhan pemain yang merasa kehilangan bagian dari sejarah bermain mereka.
Bagi pengguna di Indonesia, keputusan ini relevan karena Destiny 2 dan Marathon termasuk judul yang punya basis pemain aktif di komunitas gim konsol dan PC lokal. Pemulihan konten lama berpotensi menarik kembali pemain yang sempat berhenti setelah konten favorit mereka dihapus.
Bungie belum merinci jadwal pasti kapan setiap konten akan kembali tersedia. Yang jelas, studio menyatakan proses ini akan berjalan bertahap dan mereka belum selesai dengan Destiny.