Konektivitas Digital RI Tembus 90 Persen, Komdigi Bidik Akselerasi 5G

Penulis: Zainul Arifin  •  Minggu, 27 September 2026 | 17:46:31 WIB
Wakil Menteri Komunikasi Digital Angga Raka Prabowo menyampaikan capaian jangkauan konektivitas digital nasional yang telah melewati 90 persen.

SULAWESI UTARA — Jangkauan konektivitas digital Indonesia resmi menembus angka di atas 90 persen, menurut Wakil Menteri Komunikasi Digital Angga Raka Prabowo. Pemerintah kini mengalihkan fokus dari sekadar ketersediaan sinyal ke peningkatan kualitas jaringan, termasuk akselerasi 5G lewat optimalisasi frekuensi 700 MHz dan 2600 MHz. Langkah ini menentukan daya saing layanan digital nasional dalam tiga tahun ke depan.

Wakil Menteri Komunikasi Digital Angga Raka Prabowo mengungkap capaian jangkauan konektivitas digital nasional yang telah melewati 90 persen. Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri puncak peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9).

Dengan capaian tersebut, Kementerian Komdigi menilai infrastruktur digital tidak lagi hanya soal ketersediaan sinyal, melainkan kualitas layanan yang diterima masyarakat. Fokus kebijakan pun bergeser ke penguatan jaringan dan percepatan adopsi 5G.

Frekuensi 700 MHz dan 2600 MHz Jadi Kunci

Kementerian Komdigi baru-baru ini merilis pita frekuensi 700 MHz dan 2600 MHz untuk dioptimalkan oleh operator seluler. Dua pita frekuensi itu punya peran berbeda dalam peta jaringan nasional.

"Frekuensi 700 sangat penting untuk coverage area teknologi 4G demi menutup semua daerah blank spot kita. Sedangkan 2600 untuk lompatan kualitas 5G," jelas Angga kepada wartawan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas jaringan berjalan bersamaan, bukan sebagai dua agenda terpisah. Frekuensi 700 MHz dikenal punya karakter propagasi luas sehingga efisien untuk menjangkau wilayah terpencil. Sementara 2600 MHz menyediakan kapasitas lebih besar yang dibutuhkan layanan 5G berkecepatan tinggi.

5G Nasional Belum Merata, Pemerintah Pasang Target Tiga Tahun

Angga mengakui sebaran 5G di Indonesia belum terlalu luas. Meski demikian, ia optimistis tergelarnya frekuensi 2600 MHz akan memicu perubahan masif dalam waktu dekat.

"Harapannya tiga tahun ke depan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin pesat dan semakin baik. Terutama (dalam memberikan) kualitas layanan kepada publik dengan harga yang terjangkau tentunya," tambahnya.

Target itu relevan bagi pelaku bisnis digital dan investor startup yang selama ini bergantung pada kualitas koneksi untuk menjalankan layanan berbasis cloud, streaming, hingga aplikasi berbasis AI. Ketersediaan 5G yang merata membuka peluang ekspansi layanan ke kota-kota tier dua dan tiga.

Visi Transformasi Digital: Terkoneksi, Tumbuh, Terjaga

Perluasan jaringan ini sejalan dengan visi transformasi digital Kementerian Komdigi, yakni Terkoneksi, Tumbuh, dan Terjaga. Angga menekankan bahwa peringatan Postel ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan.

"Hari ini bukan hanya sekadar perayaan, tapi ini adalah semangat kita ke depan. Bagaimana menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik buat masyarakat kita lewat sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat," tutup Angga.

Bagi pengguna smartphone di Indonesia, arah kebijakan ini berdampak langsung pada kualitas sinyal di daerah blank spot dan kecepatan akses di wilayah perkotaan. Bagi operator seluler, lelang dan optimalisasi dua pita frekuensi itu menjadi ujian eksekusi di lapangan. Pemerintah menargetkan hasilnya terasa dalam tiga tahun ke depan.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top