Balai Karantina Sulawesi Utara memvaksinasi 149 ekor hewan peliharaan dalam kegiatan di Lapangan Sparta Tikala, Manado, sebagai bagian peringatan Hari Rabies Sedunia dan Hari Karantina Indonesia ke-149. Ketua Tim Karantina Hewan Setyawan Pramularsih menyebut pencegahan rabies tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan masyarakat. Kegiatan serupa akan berlanjut ke Tahuna pada 29 September mendatang.
MANADO — Sebanyak 149 ekor anjing dan kucing milik warga menerima vaksinasi rabies gratis di Lapangan Sparta Tikala, Manado. Warga datang sejak pagi membawa hewan peliharaan mereka untuk divaksinasi sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan.
Jumlah hewan yang divaksinasi dipilih sengaja sebagai penanda rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia.
Ketua Tim Karantina Hewan Setyawan Pramularsih menegaskan bahwa pencegahan rabies tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan masyarakat menjadi fondasi utama.
"Pencegahan rabies membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan masyarakat," kata Asih, sapaan akrabnya, di Manado.
Karantina, lanjut Asih, tidak hanya bertugas di pintu masuk negara. Pihaknya aktif bersinergi dengan daerah untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti rabies demi keselamatan masyarakat.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulawesi Utara Eudia menyatakan hal senada. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pengendalian rabies di daerah.
"Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Sulawesi Utara yang bebas rabies," ujarnya.
Selain Balai Karantina Sulawesi Utara, kegiatan ini melibatkan PDHI, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, serta Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Manado.
Warga yang datang tidak hanya mendapatkan layanan vaksinasi. Panitia juga memberikan edukasi mengenai bahaya rabies, langkah pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan.
Sesi diskusi dan kuis digelar untuk mengajak masyarakat lebih aktif memahami risiko rabies dan cara pencegahannya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif ketimbang sekadar penyuluhan satu arah.
Kegiatan di Manado merupakan bagian dari rangkaian layanan vaksinasi rabies di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Sebelumnya, vaksinasi serupa dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 14–15 September dengan total 65 ekor hewan mendapatkan vaksin.
Program ini akan dilanjutkan di Tahuna pada 29 September mendatang dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Warga di wilayah tersebut diharapkan memanfaatkan layanan gratis ini untuk melindungi hewan peliharaan sekaligus menekan risiko penularan rabies ke manusia.