BMKG Peringatkan Angin Kencang di 9 Kabupaten Kota Sulut hingga 4 Oktober 2026

Penulis: Wisnu Wardana  •  Selasa, 29 September 2026 | 10:16:01 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang di sembilan kabupaten/kota Sulawesi Utara hingga 4 Oktober 2026.

MANADO — Peringatan dini cuaca itu disampaikan menyusul pantauan atmosfer terkini yang menunjukkan penguatan angin dari arah selatan di wilayah Sulawesi Utara. Karina menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi muncul bersamaan dengan angin kencang.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan," ujar Karina di Manado, Selasa, 29 September 2026.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak Setiap Hari

Pada Selasa, 29 September 2026, angin kencang diprakirakan melanda Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Cakupan wilayah bertambah luas pada Rabu, 30 September 2026, dengan tambahan Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Memasuki Kamis, 1 Oktober 2026, potensi angin kencang kembali menyempit ke Kota Bitung, Minahasa Utara, dan Kepulauan Sitaro. Puncak perluasan wilayah terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026, ketika sembilan daerah masuk prakiraan sekaligus, termasuk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Potensi serupa berlanjut pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dan Minggu, 4 Oktober 2026, dengan daftar wilayah yang sama. Khusus Minggu, hujan juga diprakirakan turun di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Monsun Australia dan Gelombang Kelvin Jadi Pemicu

Karina memaparkan bahwa kondisi atmosfer Sulawesi Utara saat ini dipengaruhi aktivitas Monsun Australia. Fenomena itu aktif sejak April 2026 dan diprakirakan bertahan hingga Oktober 2026 dengan intensitas kuat.

Monsun Australia membuat angin dari arah selatan mendominasi sekaligus meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah. Kondisi iklim global turut memperkuat dinamika cuaca lokal.

El Niño dengan intensitas sangat kuat dan nilai Southern Oscillation Index (SOI) -20,2 berpengaruh terhadap pertumbuhan awan di Sulawesi Utara. Dampaknya, curah hujan berpotensi menurun dan risiko kekeringan meningkat.

Risiko lanjutan yang perlu diantisipasi meliputi gagal panen serta meningkatnya potensi kebakaran. Di sisi lain, gelombang Kelvin diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sulawesi Utara pada awal Oktober dan berpotensi menambah curah hujan, terutama di wilayah kepulauan.

Imbauan bagi Warga Pesisir dan Nelayan

Wilayah kepulauan seperti Sitaro, Sangihe, dan Talaud masuk daftar prakiraan angin kencang hampir sepanjang periode peringatan. Warga pesisir dan nelayan diimbau menunda aktivitas melaut saat kecepatan angin meningkat.

BMKG melalui informasi prakiraan cuaca terbarunya masih mencantumkan Sulawesi Utara sebagai salah satu wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang pada periode 29 September hingga 5 Oktober 2026. Masyarakat diminta memantau pembaruan cuaca secara berkala dari kanal resmi BMKG.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top