SULAWESI UTARA — Konsep love language yang populer sejak 1990-an kini diadaptasi ke dunia perjalanan untuk memetakan karakter wisatawan. Redaksi Condé Nast Traveller merumuskan empat tipe utama, mulai dari The Planner yang obsesif menyusun itinerary hingga The Photographer yang santai mengikuti alur. Memahami tipe ini membantu Anda memilih partner liburan yang cocok sebelum berangkat.
Perjalanan sering memunculkan sisi terburuk seseorang. Antrean bandara panjang, penerbangan delay, koper hilang, jet lag, ditambah pusing akibat bir tengah malam, cukup membuat siapa pun kehilangan kesabaran. Dari situ muncul pertanyaan: dengan siapa sebaiknya Anda bepergian?
Komunikasi jadi kunci. Wisatawan yang terobsesi jadwal sebaiknya tidak memaksakan rencana pada teman yang suka eksplorasi spontan. Sebaliknya, tipe pagi bisa mencari teman sesama penggemar budaya untuk menyusup ke galeri atau kafe sebelum ramai.
Biasanya The Planner adalah orang yang menyusun seluruh perjalanan. Ia mengurasi itinerary, membuat jadwal, dan memesan tiket. Tipe A sejati yang suka membuat segalanya berjalan sesuai rencana.
Chloe Laws, acting audience growth manager Condé Nast Traveller UK, mengaku sebagai planner intens di semua aspek hidupnya. "Saya belajar dari pernikahan dengan traveler tipe B dan dikelilingi teman-teman yang ingin mengalir saja, untuk tidak memaksakan kehendak pada orang lain," ujarnya.
"Sarankan dengan lembut, mungkin simpan itinerary pribadi yang saya pura-pura spontan, tapi biarkan semua orang memilih rencananya sendiri—ini liburan mereka juga. Kalau mereka akhirnya makan di restoran jelek karena kurang riset, ya sudah," kata Laws.
Tipe ini mengikuti instingnya, terus mencari spot tersembunyi. Kadang selera Anda cocok, tapi tanpa diskusi awal, gesekan pasti muncul.
Destinasi ideal: city break Eropa. Museum, galeri, walking tour, plus restoran dengan reservasi makan malam yang presisi. Porto, Marseille, atau Turin jadi pilihan kota yang agak offbeat namun lengkap.
Soal barang bawaan, Anda sudah punya daftar sendiri. Yang perlu diingat: sedikit spontanitas akan membawa Anda ke pengalaman tak terduga.
Inilah aesthete, traveler favorit semua orang. Ia punya mata untuk keindahan—melihat meja dengan pemandangan bagus, gang batu kecil untuk minum, atau spot matahari terbenam dari kejauhan.
The Photographer biasanya santai dan mengalir. Ia juga merangkap koordinator wardrobe: orang yang pakaiannya paling bagus dan sering dipinjam teman satu perjalanan.
Untuk urusan partner, tipe ini cocok dengan siapa saja. Destinasi idealnya tempat dengan vantage point tinggi. Hiking di Cliffs of Moher Irlandia, naik ski lift di Pegunungan Alpen, atau stargazing di Selandia Baru dengan lensa wide-angle.
Kalau lebih suka street photography, London dengan para perajin yang menjaga tradisi atau Montreal dengan scene belanja vibrant bisa jadi pilihan.
Yang wajib dibawa: charger, charger, dan charger lagi. Baterai habis di momen tak tepat adalah mimpi buruk.
Perannya tak kalah penting. Ini CFO segala liburan, orang yang melacak pengeluaran dan rajin update Splitwise. Ia bekerja baik dengan The Planner, menyusun rencana berdampingan agar semuanya beres.
Talenta The Treasurer melampaui urusan uang. Ia suka tantangan dan senang menghitung cara terbaik membuat semua orang senang.
Namun tipe ini sebaiknya tidak berpasangan dengan The Night Owl. Si burung malam cenderung mengacaukan jadwal dan anggaran yang sudah disusun rapi.
Memilih partner perjalanan bukan soal siapa yang paling seru, tapi siapa yang ritmenya sejalan. Cocokkan tipe Anda dengan teman sebelum memesan tiket, agar liburan tidak berubah jadi ujian kesabaran.