Inggris Batalkan Tiket Masuk Museum untuk Turis Asing, Koleksi Permanen Tetap Gratis

Penulis: Yoga Permadi  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:19:31 WIB
Pemerintah Inggris membatalkan rencana tiket masuk bagi wisatawan asing ke museum nasional.

SULAWESI UTARA — Pemerintah Inggris memastikan wisatawan mancanegara tetap bisa masuk gratis ke museum nasional seperti British Museum dan National Gallery di London. Kebijakan akses gratis koleksi permanen yang berjalan sejak 2001 itu dipertahankan setelah kajian biaya masuk bagi wisman dibatalkan. Keputusan ini menutup ketidakpastian yang sempat membuat pelaku wisata menunggu sejak rencana itu muncul pada Maret lalu.

Kementerian Kebudayaan Inggris atau Department for Digital, Culture, Media and Sport (DCMS) menilai pemberlakuan biaya masuk berpotensi membuat sebagian wisatawan domestik enggan berkunjung. Hasil konsultasi selama beberapa bulan menunjukkan dampak dan manfaat kebijakan itu tidak akan dirasakan merata di seluruh sektor museum.

"Dampak dan manfaat dari pemberlakuan biaya masuk tidak akan dirasakan secara merata di seluruh sektor, sehingga kami tidak akan memberlakukan biaya bagi pengunjung dari luar negeri," jelas DCMS, dikutip dari AFP.

Mengapa Rencana Tiket Wisman Dibatalkan

Gagasan menarik biaya dari wisatawan asing pertama kali diumumkan pemerintah pada Maret lalu. Kajian itu dilakukan untuk menambah pemasukan museum nasional yang menghadapi keterbatasan anggaran.

Namun pemerintah menilai risiko penurunan kunjungan terlalu besar dibanding tambahan pendapatan yang bisa diraih. Museum nasional disebut menyumbang lebih dari 1 miliar pound sterling atau sekitar Rp 23,77 triliun terhadap perekonomian Inggris setiap tahun.

Wali Kota London Sadiq Khan menyambut baik keputusan itu. "Ini adalah kabar baik bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk terus menjaga museum tetap gratis bagi semua orang," ujarnya.

Museum Mana Saja yang Tetap Gratis

Akses gratis berlaku untuk koleksi permanen di sejumlah museum nasional. British Museum dan National Gallery di London termasuk yang paling banyak dituju wisatawan Indonesia saat berkunjung ke Inggris.

Natural History Museum di London mencatat 7,1 juta pengunjung tahun lalu. British Museum menerima sekitar 6,4 juta pengunjung pada periode yang sama, sebagian besar datang karena pameran Bayeux Tapestry yang dipinjam dari Prancis dan pertama kali dipamerkan di Inggris.

Data pemerintah periode 2023-2024 menunjukkan wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 43% dari seluruh pengunjung museum nasional. Angka itu menjelaskan mengapa kebijakan tiket khusus wisman dianggap berisiko.

Yang Perlu Diketahui Sebelum Berkunjung

  • Koleksi permanen gratis untuk semua pengunjung, termasuk wisman.
  • Pameran temporer tetap berbayar, seperti pameran Bayeux Tapestry di British Museum.
  • Waktu terbaik datang adalah pagi hari saat jam buka, karena British Museum dan Natural History Museum termasuk paling padat di London.
  • Cek jadwal pameran temporer lewat situs resmi masing-masing museum sebelum berangkat, karena tiketnya sering habis lebih dulu.

Bagi traveler yang merencanakan liburan ke London, kabar ini menghapus satu pos biaya yang sempat diperhitungkan. Alokasikan setidaknya satu hari penuh untuk British Museum dan National Gallery jika ingin menyisir koleksi permanen tanpa terburu-buru.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top