Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha menilai tokoh agama Hindu berperan aktif membangun kehidupan harmonis dan menjaga kerukunan antarumat beragama di provinsi itu. Penilaian disampaikan di Manado, disertai penekanan pada persiapan kontingen Sulut menghadapi Utsawa Dharma Gita 2027. Pembinaan dan dialog keagamaan disebut menjadi sarana utama memperkuat peran tersebut.
MANADO — Ulyas Taha menyampaikan hal itu di Manado. Menurut dia, tokoh agama Hindu memiliki posisi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat Sulawesi Utara.
Peran itu dinilai penting untuk menjaga toleransi dan hubungan saling menghargai antarumat beragama. Ulyas juga menyoroti dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, sehingga pembinaan kepada umat dinilai perlu berjalan terus.
Ulyas menempatkan tokoh agama sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan toleran. Posisi itu, katanya, membuat mereka ikut menentukan arah pembinaan umat di tengah perubahan sosial.
"Tokoh agama Hindu terus berperan aktif dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat Sulut," kata Ulyas.
Dari penilaian itu, ia menilai peningkatan kapasitas dan penguatan peran tokoh agama perlu terus dilakukan. Dialog keagamaan disebut sebagai salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun komunikasi di tengah masyarakat.
Selain soal pembinaan tokoh agama, Ulyas menekankan pentingnya persiapan kontingen Sulawesi Utara menghadapi Utsawa Dharma Gita (UDG) Tahun 2027. Persiapan diminta dilakukan secara matang sejak awal.
Tahapannya mencakup pembinaan, proses seleksi, pelatihan, hingga pendampingan bagi peserta yang akan mewakili Sulawesi Utara. Ulyas berharap seluruh pihak terkait memberikan fasilitasi dan dukungan penuh kepada kontingen.
Dengan persiapan yang optimal, para peserta diharapkan mampu mengikuti kegiatan dengan baik, meraih prestasi, serta mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Utara di tingkat nasional.