SLB Damai GMIM Tomohon Kembali Terima Revitalisasi Kemendikdasmen 2026 Senilai Rp 1,5 Miliar

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 10:17:01 WIB
Kepala SLB Damai GMIM Tomohon, Ginny Ponoman, menyampaikan rasa syukur atas revitalisasi Kemendikdasmen 2026 senilai Rp 1,5 miliar.

TOMOHON — Kepala SLB Damai GMIM Tomohon, Ginny Ponoman, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen untuk kedua kalinya. Pada 2025, sekolah ini menerima bantuan sekitar Rp 2,2 miliar untuk pemulihan ruang belajar dan sarana pendukung. Tahun ini, revitalisasi difokuskan pada perbaikan asrama, dapur, dan toilet.

Progres pekerjaan per awal September baru mencapai 30 persen. Seluruh proses berjalan di bawah pengawasan Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Daerah Sulut, konsultan teknis, serta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

"Segala sesuatu dikerjakan sesuai petunjuk teknis. Tidak boleh ada yang menyimpang dari ketentuan," tegas Ginny saat ditemui awak media di lingkungan sekolah.

44 SLB di Sulut, 15 Sudah Teken PKS Revitalisasi 2026

Kepala Bidang Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Melinda Mamesah, mengungkapkan bahwa saat ini ada 44 SLB negeri dan swasta yang berada di bawah pembinaan Dikda Sulut. Mayoritas berstatus swasta.

Dari jumlah itu, 15 SLB telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kemendikdasmen untuk menerima Program Revitalisasi 2026. Beberapa di antaranya bahkan progres pembangunannya sudah melampaui 50 persen.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen kepada SLB di Sulawesi Utara," ujar Melinda, Jumat (9/10/2026) di Manado.

53 Siswa Tuna Rungu, Lulusan Tembus Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja

SLB Damai GMIM Tomohon saat ini membina 53 siswa Tuna Rungu dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan sekolah ini melanjutkan ke perguruan tinggi, meraih gelar sarjana, bekerja di instansi pemerintah maupun swasta, dan ada pula yang kembali mengabdi sebagai guru di sekolah tersebut.

"Kami memang fokus pada siswa Tuna Rungu, dan peningkatan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama," tambah Ginny.

Dukungan tenaga pendidik berkualitas serta sarana pembelajaran berupa papan panel dan akses internet dari pemerintah turut memperkuat posisi sekolah. Siswa juga tercatat berprestasi di tingkat nasional, mewakili Sulawesi Utara dalam berbagai lomba di Jakarta.

Apresiasi Khusus untuk Kinerja Dua Tahun Berturut-turut

Melinda memberikan apresiasi tersendiri kepada SLB Damai GMIM Tomohon karena berhasil menerima bantuan dua tahun berturut-turut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan kinerja tahun sebelumnya dinilai sangat baik oleh Kemendikdasmen.

"Ini sesuatu yang luar biasa. Menunjukkan kinerja tahun lalu sangat baik. Bangunan yang telah direhab harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," pesannya.

Ia juga meyakini perbaikan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan papan panel pembelajaran, akan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Kepada masyarakat, Melinda mengajak tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di SLB.

"Tidak perlu khawatir menyekolahkan anak berkebutuhan khusus ke SLB. Kualitas pendidikannya sudah baik, dan masa depan anak-anak akan terjamin," katanya.

Keberhasilan lulusan SLB Damai yang telah menjadi sarjana, bekerja, dan berkarya dijadikan bukti nyata kualitas pendidikan yang dijalankan, sekaligus memotivasi sekolah-sekolah lain untuk terus berprestasi.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: sulutnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top