AIRMADIDI — Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di Pasar Airmadidi menjadi instrumen perlindungan ekonomi bagi warga Minahasa Utara di tengah fluktuasi harga pangan harian. Program ini memangkas rantai distribusi sehingga komoditas strategis rumah tangga bisa dijual dengan harga yang terpaut jauh lebih murah dibanding harga normal di pasaran.
Sekda Minut Novly Wowiling, yang merupakan mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, ikut berinteraksi langsung dengan pembeli di lapak-lapak penjualan. Ia didampingi sejumlah pejabat teras Pemkab Minut dalam kunjungan tersebut.
Antrean panjang terlihat di berbagai lapak penjualan sejak pagi hari. Ratusan warga memadati area pasar yang memang ramai setiap Sabtu tersebut.
Tingginya antusiasme warga mencerminkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap program jaring pengaman sosial dari pemerintah. Pemkab Minut menyebut kehadiran pejabat daerah untuk memastikan rantai pasok komoditas bersubsidi tepat sasaran dan benar-benar dinikmati kalangan bawah.
Komoditas yang disediakan dalam GPM mencakup beras, telur ayam, dan bahan pokok lainnya. Pemangkasan rantai distribusi menjadi kunci sehingga harga jual bisa ditekan.
Langkah ini disebut sebagai upaya taktis menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Pemkab Minut berharap program ini meringankan beban pengeluaran harian dapur rumah tangga.
Selain meringankan beban belanja warga, GPM diarahkan untuk menjaga ritme daya beli masyarakat. Perputaran ekonomi di Minahasa Utara diharapkan tetap stabil dan berkeadilan.
Program ini dirancang sebagai shock absorber bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan harian. Pemkab Minut berkomitmen mengoptimalkan intervensi pasar berskala besar lewat GPM sebagai langkah rutin.