MINAHASA UTARA — Kunjungan kerja Adriana Dondokambey ke Kantor Bupati Minahasa Utara menjadi ajang pengecekan langsung progres program revitalisasi sekolah yang dibiayai bantuan pemerintah pusat. Dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (14/10/2026), ia menerima laporan bahwa kemajuan pekerjaan di sejumlah sekolah belum merata.
Ada sekolah yang sudah menyentuh sekitar 60 persen, sebagian lain masih berkisar 40 persen. Selisih capaian itu membuat penyelesaian seluruh proyek berisiko mepet tenggat akhir tahun.
Program revitalisasi menjangkau fasilitas pendidikan dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Total 18 sekolah tersebar di beberapa kecamatan dengan karakter pekerjaan yang berbeda-beda.
Adriana menekankan pentingnya koordinasi rutin dengan pemerintah pusat. Menurutnya, kelancaran pencairan anggaran berpengaruh langsung terhadap kecepatan pekerjaan di lapangan.
"Saya harap pihak pelaksana kegiatan agar rutin berkomunikasi dengan pemerintah pusat supaya dana cepat turun," ujar Adriana.
Pertemuan di Kantor Bupati Minut dihadiri Asisten I Umbase Mayuntu, Asisten II Robby Parengkuan, dan Asisten III Yossy Kawengian. Dinas Pendidikan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Minut turut dilibatkan dalam pembahasan.
Kehadiran tiga asisten menunjukkan percepatan revitalisasi menjadi urusan lintas sektor, bukan hanya beban satu dinas. Dinas PUPR memegang kendali pekerjaan konstruksi, sementara Dinas Pendidikan mengurus sisi pemanfaatan fasilitas.
Penyelesaian revitalisasi tidak hanya soal mengejar capaian akhir tahun. Kualitas hasil pekerjaan menjadi pertimbangan utama agar fasilitas yang dibangun aman dan nyaman dipakai siswa maupun tenaga pendidik.
Dengan sisa waktu hingga Desember 2026, perkembangan di 18 sekolah tersebut menjadi perhatian. Bantuan pemerintah pusat diharapkan benar-benar berujung pada perbaikan fasilitas pendidikan yang dibutuhkan warga Minahasa Utara.