Krisis BBM di Manado dan Minut Berlangsung 4 Hari, Taufik Tumbelaka Layangkan Surat Terbuka ke Dirut Pertamina

Penulis: Alfin Murtado  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:16:01 WIB
Warga mengantre untuk mengisi bahan bakar di sejumlah SPBU di Manado di tengah krisis BBM yang berlangsung selama empat hari.

MANADO — Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo yang melanda Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan sekitarnya membuat antrean panjang di sejumlah SPBU sejak beberapa hari sebelumnya. Warga yang hendak mengisi kendaraan harus menunggu berjam-jam, sementara aktivitas harian ikut terganggu.

Surat terbuka Taufik diterima wartawan di Manado, Minggu (18/10/2026). Isinya ditujukan langsung ke kepemimpinan tertinggi Pertamina, bukan ke unit wilayah.

Lima Poin Tuntutan Warga Sulut

Taufik merinci lima aspirasi yang ia sampaikan mewakili warga Sulawesi Utara. Poin pertama menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja internal Pertamina.

  • Evaluasi sistem kerja — mendesak pembenahan menyeluruh pada mekanisme kerja internal perusahaan.
  • Sanksi tegas pejabat internal — oknum yang dinilai tidak becus bekerja agar segera ditindak atau diganti.
  • Pembenahan organisasi — menjadikan krisis BBM sebagai momentum pembenahan manajemen secara holistik.
  • Batas waktu pelayanan normal — seluruh jajaran Pertamina diminta bekerja all out agar pelayanan SPBU kembali normal paling lambat Minggu (18/10/2026) malam.
  • Apresiasi petugas lapangan — penghargaan khusus bagi petugas SPBU yang bekerja ekstra melayani antrean panjang warga.

Pada poin sanksi, Taufik memakai diksi yang tegas. Ia meminta oknum yang tidak becus bekerja segera ditindak atau diganti.

Alasan Taufik Sebut Krisis Ini Memalukan

Taufik menyinggung posisi Sulawesi Utara sebagai kampung halaman Presiden RI dan Direktur Utama Pertamina. Menurut dia, kelangkaan BBM yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat tidak boleh dibiarkan.

"Sulawesi Utara adalah 'kampung halaman' dari Presiden RI dan Direktur Utama Pertamina. Kejadian ini sangat-sangat memalukan. Jadikan kejadian ini sebagai momentum pembenahan Organisasi dan Manajemen (O & M) internal," tegas Taufik dalam surat terbukanya.

Ia mendesak kepemimpinan tertinggi Pertamina mengambil langkah tegas dan melakukan pembenahan total, bukan sekadar penanganan sementara di lapangan.

Surat Juga Ditembuskan ke DPR dan Pemprov Sulut

Surat terbuka itu tidak hanya dialamatkan ke Dirut Pertamina. Taufik menembuskannya ke sejumlah pejabat daerah dan nasional.

Penerima tembusan antara lain Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang, dan Asisten II Setda Provinsi Sulut Jemmy Ringkuangan.

Melalui langkah itu, Taufik berharap persoalan mendapat perhatian serius dan penanganan cepat dari jajaran direksi Pertamina. Tujuannya agar kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara tidak terus terganggu oleh kelangkaan pasokan.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: manadonews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top