Buku Sejarah Eksil Politik di Minahasa Kini Bisa Dibaca Digital, Kisah 17 Tokoh Perlawanan Kolonial Tersedia di Google Play Books

Penulis: Vikri Alfandi  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:44:27 WIB
Buku sejarah eksil politik di Minahasa kini tersedia dalam versi digital di Google Play Books.

MANADO — Karya Alfa Leo ini tidak hanya menyoroti nama-nama besar seperti Pangeran Diponegoro dan Kyai Mojo. Buku tersebut juga memuat kisah 15 tokoh lain yang jarang disebut dalam narasi sejarah nasional, berasal dari Jawa, Kalimantan, Sumatra, Maluku, hingga kawasan timur Nusantara.

Mengapa Minahasa Menjadi Tempat Pembuangan?

Penulis menyebut Minahasa bukan sekadar wilayah kolonial, melainkan ruang pertemuan budaya. Di sanalah lahir hubungan sosial baru antara masyarakat lokal dan para eksil politik yang dianggap mengganggu stabilitas pemerintah Belanda.

“Minahasa sejak dahulu sudah memperlihatkan nilai keterbukaan dan penerimaan terhadap pendatang, bahkan sebelum istilah toleransi dikenal luas di Nusantara,” tulis Alfa dalam pengantar bukunya.

Versi Digital Baru Gambaran Awal Riset

Alfa mengungkapkan bahwa edisi digital yang saat ini tersedia baru merupakan gambaran umum dari keseluruhan riset yang tengah dikembangkan. Versi cetak yang lebih lengkap tengah disiapkan dengan tambahan materi.

“Banyak informasi baru tentang para eksil yang bisa didapatkan dalam buku ini. Untuk edisi paling lengkap nanti akan dibuat versi cetak dan sedang disiapkan penambahan foto-foto, hasil interview, slagbom, serta penelusuran terhadap beberapa keturunan tokoh yang masih hidup,” ujarnya.

Jejak Eksil yang Masih Hidup di Tradisi Lisan

Buku ini juga menyoroti bagaimana para tokoh buangan membangun hubungan di bidang pendidikan, agama, hingga kebudayaan bersama masyarakat Minahasa. Sebagian dari mereka disebut meninggalkan jejak yang masih bisa ditemukan dalam cerita keluarga, arsip kolonial, maupun tradisi lisan yang bertahan hingga kini.

Kehadiran versi digital di Google Play Books diharapkan memudahkan akses bagi pembaca dari berbagai daerah. Cukup melalui telepon genggam atau tablet, masyarakat kini bisa menelusuri kisah pengasingan yang selama ini jarang terungkap.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: manadonews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top