Brigjen Awi Setiyono Pimpin Patroli Vespa Klasik di Pelosok Tombulu, 50 Warga Terkejut Disambangi Langsung Wakapolda Sulut

Penulis: Yoga Permadi  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:33:52 WIB
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono memimpin patroli kamtibmas menggunakan Vespa klasik di pedalaman Tombulu.

MINAHASA — Rombongan puluhan motor Vespa klasik berwarna hijau tentara dan krem itu meliuk di jalan setapak berbatu di kaki Gunung Lokon. Bukan sekadar gowes atau touring akhir pekan, rombongan yang dipimpin Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono itu adalah patroli kamtibmas yang sengaja dirancang tidak biasa.

Alih-alih menggunakan kendaraan dinas resmi atau mobil patroli, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut memilih skuter ikonik asal Italia itu untuk menembus gang-gang sempit dan jalan rusak di pedalaman Tombulu.

Kenapa Memilih Vespa untuk Patroli?

Menurut Brigjen Awi, penggunaan Vespa klasik bukan sekadar gaya. “Motor ini lincah, bisa masuk ke lorong-lorong yang tidak bisa dijangkau mobil patroli. Warga juga tidak kaget atau takut, malah mereka keluar rumah dan tersenyum,” ujarnya saat berbincang dengan warga di Desa Koka.

Pilihan kendaraan itu dinilai efektif mencairkan jarak psikologis antara polisi dan masyarakat. Di Desa Wailang, seorang ibu paruh baya sempat terkejut saat melihat Wakapolda turun dari Vespa dan langsung menyalami warga yang sedang duduk di teras rumah. “Ki ta pe pejabat datang pakai vespa, baru turun langsung basa-basi. Son pernah ada,” ujar Maria Tumundo, warga setempat.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Patroli?

Patroli tersebut tidak hanya diikuti Wakapolda. Sejumlah pejabat utama Polda Sulut, termasuk Direktur Lalu Lintas, Direktur Reserse Narkoba, dan Kabid Humas, ikut dalam rombongan. Mereka menyebar ke tiga desa di Kecamatan Tombulu: Desa Koka, Desa Wailang, dan Desa Sawangan.

Setiap pejabat membawa pesan kamtibmas yang berbeda. Ada yang menyosialisasikan bahaya narkoba di kalangan remaja, ada pula yang mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pinjaman online ilegal. “Kami ingin pesan ini sampai langsung, bukan lewat spanduk atau siaran radio,” kata Brigjen Awi.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Tombulu?

Sepanjang patroli, polisi menerima puluhan laporan dan keluhan warga secara langsung. Sebagian besar soal infrastruktur jalan desa yang rusak dan minimnya penerangan jalan umum. Wakapolda berjanji akan meneruskan temuan itu ke pemerintah kabupaten.

Selain itu, tim medis yang ikut dalam rombongan juga membuka pos kesehatan darurat di balai desa. Sekitar 30 warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah dan pengobatan ringan gratis. “Ini bentuk polisi yang hadir, bukan hanya saat ada kejahatan,” tambah Brigjen Awi.

Apakah Patroli Vespa Akan Rutin Dilakukan?

Brigjen Awi menyebutkan kegiatan ini akan menjadi model patroli kamtibmas yang diadopsi oleh polres-polres jajaran di Sulut. “Kami akan evaluasi dulu. Tapi melihat respons warga, ini bisa jadi pola baru pendekatan kepolisian,” pungkasnya.

Hingga sore hari, rombongan kembali ke Manado dengan membawa catatan keluhan warga dan senyum yang masih merekah di wajah anak-anak Tombulu yang ikut melambaikan tangan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top