SULAWESI UTARA — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan meresmikan langsung penambahan armada tersebut di Batam. Ia menyebut investasi Pemkot Batam di sektor transportasi massal sudah berada di jalur yang tepat. "Batam sudah mulai berinvestasi di transportasi publik, mulai dari penambahan unit, penguatan koridor, hingga rute bus dengan akses ke berbagai fasilitas seperti pelabuhan dan bandara. Ini langkah yang sangat baik," ujarnya dalam keterangan yang dikutip Minggu.
Pengembangan Trans Batam menggunakan skema Buy The Service (BTS), di mana pemerintah daerah membeli layanan dari operator. Skema ini, menurut Aan, memberikan kepastian bagi kedua belah pihak. "Pemda membeli layanan dari operator. Dengan skema BTS ini membantu pemerintah daerah sekaligus operator karena ada kepastian layanan," katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar merinci distribusi 19 unit bus baru. Sebanyak lima unit dialokasikan untuk koridor Jodoh-Batam Center, enam unit untuk Piayu-Batam Center, enam unit untuk Nongsa-Batam Center, serta masing-masing satu unit untuk koridor Sekupang-Batam Center dan Sekupang-Tanjung Uncang.
Armada baru ini tidak sekadar mengganti bus lama yang sudah tidak laik operasi. Suhar menegaskan ada dua tujuan utama: peremajaan armada dan perluasan akses. Khusus koridor Nongsa-Batam Center, layanan akan terintegrasi langsung ke Bandara Internasional Hang Nadim mulai 1 Juni. "Tujuannya ada dua, yakni peremajaan armada dan memperluas akses layanan transportasi publik. Trans Batam melayani sembilan koridor dan pada 2026 total armada akan bertambah menjadi 52 unit," kata dia.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto menyoroti adopsi sistem pembayaran non-tunai. Trans Batam kini mendukung pembayaran QRIS Tap, yang sebelumnya belum tersedia. "Sekarang sudah bisa digunakan di Trans Batam. Ini bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar," ujarnya. Dengan sistem ini, transaksi menjadi lebih cepat dan dana langsung diterima instansi pemerintah.
Meski ada penambahan armada dan peningkatan layanan, Pemkot Batam mempertahankan tarif flat. Tarif untuk masyarakat umum tetap Rp5.000 per perjalanan, sementara pelajar hanya dikenakan biaya Rp2.000. Kebijakan ini diambil untuk menjaga aksesibilitas transportasi publik bagi seluruh lapisan masyarakat di kota industri tersebut.