Dua Mobil di Garasi Bupati Muara Enim Edison Usai Kena OTT KPK, Total Harta Rp 16 Miliar

Penulis: Alfin Murtado  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 10:20:31 WIB
Dua mobil milik Bupati Muara Enim Edison tercatat dalam LHKPN dengan nilai total sekitar Rp 1,75 miliar.

SULAWESI UTARA — Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Muara Enim Edison kembali menyoroti pola hidup pejabat daerah. Selain uang tunai dan dokumen yang diamankan penyidik, perhatian publik juga tertuju pada daftar aset pribadi sang bupati yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Total Kekayaan Rp 16 Miliar, Didominasi Tanah dan Bangunan

Berdasarkan dokumen LHKPN yang dilaporkan pada masa jabatannya, total harta kekayaan Edison mencapai angka Rp 16.046.000.000. Sebagian besar aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa lokasi di Sumatera Selatan. Namun, dari sisi kendaraan bermotor, hanya dua unit mobil yang tercatat atas namanya.

Dua Mobil di Garasi: Satu Mewah, Satu Fungsional

Dari data yang dihimpun, berikut rincian dua mobil yang dimiliki Bupati Muara Enim Edison:

  • Toyota Alphard – MPV mewah buatan tahun 2016. Mobil ini dikenal luas sebagai kendaraan premium yang kerap digunakan pejabat dan kalangan atas. Estimasi harga pasaran saat ini masih berkisar di angka Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar tergantung kondisi.
  • Mitsubishi Pajero Sport – SUV tangguh produksi 2014. Mobil ini lebih sering digunakan untuk operasional lapangan atau perjalanan dinas ke daerah-daerah di Muara Enim yang medannya berat. Nilai jualnya saat ini diperkirakan sekitar Rp 250 juta hingga Rp 350 juta.

Kedua mobil tersebut tercatat sebagai aset bergerak dalam laporan kekayaan Edison. Tidak ada kendaraan lain, seperti motor atau mobil sport, yang masuk dalam daftar kepemilikan resminya.

KPK Masih Mendalami Sumber Aset dan Transaksi

Hingga saat ini, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Edison dan sejumlah saksi. Fokus pengembangan kasus tidak hanya pada barang bukti uang tunai yang disita saat OTT, tetapi juga pada kesesuaian antara aset yang dilaporkan dengan sumber pendapatan yang sah. Publik menunggu apakah akan ada pengembangan kasus yang menyangkut aset-aset lain, termasuk kendaraan yang tidak tercatat dalam LHKPN.

OTT terhadap Bupati Muara Enim ini menjadi pengingat bahwa transparansi harta kekayaan pejabat publik masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Dua mobil di garasi mungkin hanya puncak gunung es dari pola pengelolaan aset yang perlu diawasi lebih ketat ke depannya.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top