Empat Anggota Brimob di NTT Ditikam Anggota TNI, Tiga Masih Dirawat di RS Siloam

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:44:01 WIB
Empat anggota Brimob di NTT mengalami luka tikaman saat menghadiri misa syukuran di Dusun Waemata.

SULAWESI UTARA — Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko dan Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budyakto langsung berkoordinasi untuk meredam ketegangan pascapenikaman yang melibatkan personel Brimob dan TNI AD tersebut. Tim gabungan dari Bidpropam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) telah diturunkan untuk menyelidiki fakta di lapangan.

Kronologi Misa Syukuran yang Berujung Tikaman

Peristiwa bermula saat personel Brimob menghadiri misa syukuran pelantikan anggota Bripda JGR di Dusun Waemata, Rabu (10/6/2026) malam. Suasana kekeluargaan yang semula terjaga berubah panas ketika terjadi kesalahpahaman dengan tiga prajurit TNI AD yang hadir di lokasi.

Keributan tak terhindarkan. Empat anggota Brimob—Bripda RS, Bripda FA, Bripda BBK, dan satu personel lainnya—mendapat tikaman di punggung. "Keempatnya mendapat tikaman di bagian punggung," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, Senin (15/6/2026).

Penanganan Medis dan Langkah Hukum

Kapolres Manggarai Barat langsung memerintahkan seluruh personel kembali ke markas kompi secara tertib. Fokus utama saat ini adalah pemulihan korban. "Memastikan seluruh personel yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis dengan baik di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo," ujar Henry.

Dari empat korban, tiga orang masih dirawat dan satu lainnya sudah dipulangkan. Semua luka tikaman berada di bagian punggung, menandakan serangan datang dari belakang.

Henry menjamin insiden ini tidak akan mengganggu sinergitas TNI-Polri di NTT. "Kasusnya masih penyelidikan," tegasnya. Tim gabungan Propam dan POM AD kini bekerja secara objektif untuk mengungkap gambaran utuh peristiwa.

Koordinasi Puncak Pimpinan Cegah Eskalasi

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budyakto dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen Hendro Cahyono melakukan koordinasi intensif. Tujuannya memastikan situasi tetap aman dan tidak meluas menjadi persoalan yang lebih besar.

"Tadi pak Kabid Propam hadir dalam pertemuan bersama POM AD untuk membahas dan melakukan pendalaman terkait fakta-fakta di lapangan," pungkas Henry. Pendekatan profesional dan penuh kebijaksanaan menjadi pegangan kedua institusi dalam menuntaskan kasus ini.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top