MANADO — Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H disambut dengan penuh antusias oleh umat Muslim di Kota Manado. Pantauan di Masjid Nurul Amin, Perumahan Wale Manguni, Kelurahan Singkil, menunjukkan jamaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari pembacaan ayat suci Al Quran hingga doa bersama.
Pengurus Masjid Nurul Amin, Juliono, mengatakan bahwa perayaan tahun baru Islam dirayakan secara sederhana namun penuh makna. "Umumnya perayaan Tahun Baru Islam diperingati secara sederhana, tidak berupa pesta dan hura-hura namun dengan penuh antusias," ujarnya kepada ANTARA.
Di Masjid Al Muhajirin dan Masjid Al Qadari, rangkaian acara berlangsung lebih terstruktur. Para imam dan ustad langsung memimpin pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan doa dan ceramah agama.
"Sudah menjadi kebiasaan usai shalat Maghrib, jamaah dipimpin imam masjid atau kiayi dan ustad langsung membaca doa dan ceramah agama ke jamaah," kata pengurus masjid setempat, Manaf. Ia menambahkan bahwa perayaan tersebut berlangsung singkat, paling lambat hanya satu jam.
Sekretaris Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kota Manado, Guntur Bilulu, menekankan bahwa peringatan 1 Muharam bukan sekadar ritual tahunan. Menurutnya, momentum ini harus menjadi ajang memperkuat toleransi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Manado yang majemuk.
"Sikap keberagaman tidak sekedar menjaga toleransi dengan umat lain, tetapi saling membantu sebagai bentuk kepedulian," kata Guntur yang juga berprofesi sebagai ustad. Ia menambahkan, bentuk kepedulian itu bisa diwujudkan dengan empati terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kelompok rentan.
Usai rangkaian doa dan ceramah, jamaah di sejumlah masjid disuguhi makanan dan minuman ringan oleh pengurus masjid. Suasana kebersamaan pun terasa hangat di setiap lokasi peringatan.