SULAWESI UTARA — Membeli mobil pertama dengan anggaran terbatas memang menuntut kecermatan ekstra. Untuk dana di bawah Rp100 juta, pasar mobil bekas Indonesia per Juli 2026 menyediakan setidaknya lima pilihan city car yang terbukti irit dan bandel. Kelima model ini punya karakteristik berbeda, mulai dari kemudahan manuver hingga kenyamanan suspensi.
Kembaran Low Cost Green Car (LCGC) ini masih menjadi primadona. Dengan anggaran Rp100 juta, konsumen bisa mendapatkan unit keluaran 2015 hingga 2018, tergantung varian mesin 1.0L atau 1.2L serta transmisi yang dipilih.
Dimensi ringkas menjadi nilai jual utama. Mobil ini mudah bermanuver di jalan sempit dan saat parkir, cocok untuk pengemudi baru. Ketersediaan suku cadang pun melimpah, ditunjang jaringan bengkel resmi yang tersebar luas.
Bagi yang menginginkan sensasi berkendara lebih menyenangkan, Honda Brio Satya tahun 2014-2016 bisa menjadi incaran. Harganya berkisar antara Rp90 juta hingga Rp100 juta.
Mesin i-VTEC yang responsif namun tetap irit menjadi keunggulan utama. Meski ruang bagasi terbatas, posisi mengemudi ergonomis membuat pengemudi baru lebih percaya diri di jalan.
Suzuki Ignis menawarkan desain urban SUV yang unik. Untuk unit keluaran 2017 atau 2018, harga beberapa tipe sudah mulai menyentuh angka di bawah Rp100 juta.
Ground clearance yang lebih tinggi dari city car pada umumnya memberikan rasa aman saat melewati genangan air atau jalan tidak rata. Fitur yang disematkan juga tergolong modern untuk kelas harganya.
Nissan March kerap terlewatkan, padahal menawarkan kenyamanan suspensi lebih baik dari beberapa kompetitor LCGC. Unit mesin 1.2L tahun 2014-2016 dibanderol di rentang Rp80 juta hingga Rp95 juta.
Radius putar hanya 4,5 meter menjadi keunggulan mutlak untuk aktivitas di perkotaan padat. Sebagai catatan, calon pembeli perlu memeriksa kondisi sistem pendingin AC dan kaki-kaki sebelum memutuskan membeli.
Bagi yang mengutamakan rasa solid, Toyota Etios Valco patut dipertimbangkan. Meski produksinya sudah dihentikan, unit bekas tahun 2014-2015 masih banyak dicari.
Transmisi manualnya terasa empuk dan mesinnya bandel. Karena bukan termasuk kategori LCGC pada masanya, kualitas interior dan kekedapan kabinnya sedikit lebih baik dibandingkan Agya generasi awal.
Perlu diingat, harga yang disebutkan merupakan estimasi berdasarkan tren pasar terkini dan dapat berubah tergantung lokasi serta kondisi fisik kendaraan. Validasi riwayat servis dan kelengkapan surat-surat tetap menjadi langkah krusial sebelum membeli mobil bekas.