SULAWESI UTARA — Ibu, pernahkah beberapa pekan terakhir merasakan udara di rumah terasa lebih gerah dari biasanya? Cuaca panas yang menyengat ini bukan sekadar perasaan. BMKG secara resmi mengingatkan bahwa fase terkuat El Nino diprediksi baru akan terjadi pada Desember tahun ini atau Januari 2027. Artinya, kita masih akan menghadapi periode cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
Lantas, apa artinya ini bagi buah hati kita? IDAI menegaskan bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena dampak suhu tinggi. Tubuh mereka belum bisa mengatur suhu seefektif orang dewasa, sehingga risiko gangguan kesehatan pun meningkat.
Sistem termoregulasi atau pengaturan suhu tubuh pada anak belum matang sempurna. Saat suhu lingkungan sangat tinggi, anak-anak kesulitan membuang panas berlebih dari tubuhnya. Akibatnya, mereka lebih cepat mengalami kelelahan panas (heat exhaustion) dibandingkan orang dewasa.
Selain itu, aktivitas fisik anak yang tinggi seringkali membuat mereka lupa untuk minum. Kombinasi antara cuaca panas dan kurangnya asupan cairan ini menjadi pemicu utama dehidrasi pada anak.
Paparan suhu ekstrem dalam waktu lama bisa memicu beberapa masalah kesehatan serius. Berikut adalah kondisi yang paling sering terjadi pada anak saat puncak El Nino:
Menghadapi kondisi ini, Ibu tidak perlu panik. Beberapa langkah sederhana berikut bisa dilakukan di rumah untuk meminimalkan risiko:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Lebih Sering
Jangan menunggu anak haus untuk minum. Berikan air putih setiap 15-20 menit saat mereka bermain. Untuk bayi yang masih menyusui, frekuensi menyusui perlu ditingkatkan.
2. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Hindari mengajak anak bermain di luar rumah pada pukul 10.00 hingga 16.00. Ini adalah waktu di mana intensitas sinar matahari berada di titik tertinggi.
3. Gunakan Pakaian yang Tepat
Pilih baju berbahan katun yang menyerap keringat, longgar, dan berwarna terang. Hindari pakaian berbahan tebal atau gelap yang justru memerangkap panas.
4. Jaga Suhu Ruangan Tetap Sejuk
Gunakan ventilasi yang baik atau kipas angin untuk sirkulasi udara di dalam rumah. Jika menggunakan AC, atur suhu antara 24-26 derajat Celcius agar tidak terlalu dingin.
5. Perhatikan Asupan Makanan
Pastikan makanan yang disajikan dalam keadaan segar dan matang sempurna. Hindari jajan sembarangan di luar yang kebersihannya tidak terjamin untuk mencegah diare.
Ibu harus waspada dan segera mencari pertolongan medis jika anak menunjukkan gejala seperti suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, kulit kemerahan dan panas saat disentuh, muntah-muntah, atau penurunan kesadaran. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan dokter segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Menghadapi cuaca panas ekstrem memang menantang, namun dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, Ibu bisa menjaga si kecil tetap sehat dan ceria sepanjang musim kemarau ini. Selalu pantau kondisi anak dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat jika merasa ada yang tidak beres.