BOLTIM — Bupati Oskar Manoppo mengingatkan bahwa perbedaan agama, adat, dan budaya yang tumbuh di Boltim bukanlah pemisah, melainkan modal sosial yang harus dikelola dengan bijak. Menurutnya, moderasi beragama hadir sebagai pendekatan untuk memastikan keberagaman itu menjadi kekuatan bersama, bukan sumber gesekan.
“Boltim adalah daerah yang dibangun di atas keberagaman. Kita hidup dengan perbedaan agama, adat, budaya, dan latar belakang sosial. Perbedaan tersebut harus kita kelola sebagai kekuatan. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi salah satu pendekatan penting dalam mengelola kerukunan,” ujarnya dalam kegiatan bertajuk Penguatan Moderasi Beragama sebagai Strategi Merawat Kerukunan Umat Beragama.
Oskar meluruskan pemahaman yang kerap keliru di masyarakat terkait makna moderasi. Ia menegaskan bahwa konsep ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk melemahkan keyakinan atau ajaran agama yang dianut warga.
“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan atau ajaran agama. Moderasi beragama adalah cara kita menjalankan kehidupan beragama secara adil, seimbang, toleran, dan menghormati kehidupan bersama,” jelasnya.
Di hadapan peserta, Oskar mengingatkan bahwa menjaga kerukunan tidak bisa dilakukan secara insidental. Upaya ini butuh komitmen berkelanjutan yang dimulai lebih awal, jauh sebelum potensi konflik muncul ke permukaan.
“Kerukunan tidak cukup hanya dijaga ketika tidak ada masalah. Kerukunan harus terus dirawat sejak sekarang. Karena itu, moderasi beragama jangan berhenti sebagai konsep atau materi,” tegasnya.
Ia berharap nilai-nilai moderasi tidak sekadar menjadi wacana dalam forum, tetapi terlihat dalam keseharian masyarakat. Mulai dari cara menghormati perbedaan, menyelesaikan persoalan, hingga bermedia sosial.
“Moderasi harus terlihat dalam cara kita menghormati perbedaan, menyelesaikan persoalan, menggunakan media sosial, dan bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Boltim Dr. H. Aswin Kiay Demak, M.Pd.I., Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, ST., ME., jajaran Polres Boltim, Danramil, serta pengurus FKUB Boltim.