Gigi Geraham Anak Tumbuh Umur Berapa? Kenali Tahap Perkembangannya

Penulis: Zainul Arifin  •  Minggu, 13 September 2026 | 10:17:02 WIB
Ilustrasi anak yang sedang mengalami pertumbuhan gigi geraham.

SULAWESI UTARA — Gigi geraham pertama anak umumnya muncul di usia 6 tahun, tepat saat anak mulai masuk sekolah dasar. Momen ini sering bikin ibu kaget karena si Kecil tiba-tiba rewel, susah makan, atau mengeluh nyeri di bagian belakang gusi.

Berikut tahapan pertumbuhan gigi geraham anak dan cara menangani nyeri yang bisa ibu lakukan di rumah.

Kapan Gigi Geraham Anak Mulai Tumbuh?

Gigi geraham adalah gigi terakhir yang muncul dalam rangkaian pertumbuhan gigi susu dan gigi permanen. Ada dua tahap utama yang perlu ibu kenali.

Geraham susu (usia 12–33 bulan). Gigi geraham pertama susu biasanya muncul sekitar usia 13–19 bulan, lalu geraham kedua susu di usia 25–33 bulan. Gigi ini nanti akan tanggal dan digantikan gigi permanen.

Geraham permanen (usia 6–12 tahun). Gigi geraham permanen pertama—sering disebut "six-year molars"—muncul sekitar usia 6 tahun. Setelah itu, geraham permanen kedua tumbuh sekitar usia 12 tahun.

Kenapa Gigi Geraham Tumbuh Bisa Bikin Anak Rewel?

Gigi geraham berukuran lebih besar dibanding gigi seri atau taring. Saat menembus gusi, prosesnya bisa menimbulkan tekanan dan pembengkakan yang cukup terasa.

Beberapa tanda yang sering muncul saat geraham tumbuh:

  • Gusi bengkak dan kemerahan di area belakang
  • Anak sering menggigit atau mengunyah benda keras
  • Air liur berlebih, terutama pada anak balita
  • Susah makan atau menolak makanan tertentu
  • Rewel dan sulit tidur di malam hari

Pada sebagian anak, nyeri ini bisa disertai demam ringan. Tapi kalau demamnya tinggi atau berlangsung lebih dari dua hari, sebaiknya periksa ke dokter.

Cara Meredakan Nyeri Gigi Geraham Anak di Rumah

Nyeri saat geraham tumbuh biasanya mereda sendiri dalam beberapa hari. Ibu bisa membantu si Kecil merasa lebih nyaman dengan cara berikut.

1. Kompres Dingin atau Berikan Teether

Teether yang sudah didinginkan di lemari es atau kompres dingin bisa mengurangi pembengkakan sekaligus meredakan nyeri gusi. Hindari teether yang dibekukan keras karena bisa melukai gusi bayi.

2. Pijat Gusi dengan Lembut

Gunakan jari yang bersih atau kain lembut yang dibasahi air dingin untuk mengusap area gusi perlahan. Cara ini memberi rasa nyaman dan membantu mengurangi tekanan pada gusi.

3. Berikan Obat Pereda Nyeri Bila Diperlukan

Kalau anak tampak sangat kesakitan, paracetamol atau ibuprofen bisa diberikan sesuai usia dan dosis yang dianjurkan dokter. Jangan beri aspirin pada anak karena berisiko memicu sindrom Reye.

4. Sajikan Makanan Bertekstur Lembut

Bubur, yoghurt, atau makanan lunak lain lebih mudah dikunyah sehingga tidak memberi tekanan berlebih pada gusi sensitif. Hindari makanan keras, panas, atau terlalu manis sementara waktu.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Segera bawa anak ke dokter gigi jika muncul tanda berikut:

  • Demam tinggi lebih dari 38,5 derajat Celsius
  • Gusi bengkak disertai nanah atau bau tidak sedap
  • Anak menolak makan dan minum lebih dari 24 jam
  • Nyeri berlangsung lebih dari seminggu tanpa membaik
  • Gigi tumbuh tidak pada posisinya atau tampak berjejal

Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan juga penting untuk memastikan pertumbuhan geraham anak berjalan normal, terutama saat gigi permanen mulai muncul.

Yang Perlu Ibu Perhatikan Saat Geraham Permanen Muncul

Gigi geraham permanen pertama muncul di belakang gigi susu terakhir tanpa menggantikan gigi apa pun. Karena itu, banyak orang tua tidak menyadarinya sampai anak mengeluh nyeri.

Pastikan anak menyikat gigi dua kali sehari, terutama di area belakang yang sulit dijangkau. Gunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride sesuai usia. Kalau perlu, minta dokter gigi mengaplikasikan sealant untuk melindungi geraham dari gigi berlubang.

Setiap anak punya waktu tumbuh gigi yang berbeda-beda. Yang penting, ibu terus mengawasi dan memastikan pertumbuhan gigi si Kecil berjalan optimal.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: popmama.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top