SULAWESI UTARA — Perum Bulog menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras hingga kini, atau 99 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian ini berasal dari 7,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras yang dibeli dari petani dalam negeri. Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menilai kinerja tersebut menjadi penopang utama cadangan beras pemerintah menjelang penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026.
Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN M Khoerur Roziqin menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Perum Bulog. Menurutnya, serapan yang hampir menyentuh angka penuh menunjukkan komitmen perusahaan pelat merah itu untuk hadir bagi petani.
"BP BUMN mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum Bulog. Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum Bulog untuk hadir bagi petani," ujar Khoerur dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Dari sisi pengadaan, Bulog telah menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras atau 99 persen dari target penugasan sebesar 4 juta ton. Serapan itu berasal dari 7,7 juta ton gabah kering panen dan 35,8 ribu ton beras.
Khoerur menegaskan setiap ton gabah yang diserap berarti kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah. Penugasan Bulog mencakup proses hulu sampai hilir untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan nasional sepanjang tahun.
Di sisi penyaluran, Bulog telah mengirim lebih dari 810 ribu ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), atau 98 persen dari target 828 ribu ton. Program ini berperan penting menjaga harga beras tetap terjangkau di tingkat konsumen.
Bulog juga menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026 dengan tingkat penerimaan 99,7 persen. Sebanyak 662 ribu ton beras dan 133 ribu liter minyak goreng telah diterima Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Untuk periode Juli-September 2026, penyaluran bantuan pangan baru mencapai 682 ribu ton atau 68,44 persen dari pagu 997 ribu ton.
Pemerintah kembali menugaskan Bulog menyalurkan Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 dengan rencana penyaluran 997 ribu ton beras. Penugasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan hingga akhir tahun.
"BP BUMN mendukung penuh penugasan penyaluran Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 kepada Perum Bulog. Dengan cadangan beras hasil serapan dalam negeri yang kuat, kami yakin Perum Bulog mampu menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu," kata Khoerur.
Menurutnya, keberhasilan Bulog tidak lepas dari sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Badan Pangan Nasional, BP BUMN, TNI, dan Polri.
Bulog berperan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional dengan menjalankan dua fungsi strategis sekaligus: menyerap hasil panen petani dalam negeri dan menyalurkan pangan kepada masyarakat, baik melalui stabilisasi harga maupun bantuan pangan pemerintah.