PLN Suluttenggo Targetkan Rasio Elektrifikasi 100 Persen di Sulut pada 2029 Lewat Program Lisdes 2026-2029

Penulis: Vikri Alfandi  •  Jumat, 25 September 2026 | 23:30:02 WIB
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menegaskan komitmen pemerataan energi melalui Program Lisdes 2026-2029.

PT PLN (Persero) UID Suluttenggo menargetkan rasio elektrifikasi 100 persen di Sulawesi Utara pada 2029 melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026-2029 yang menyasar desa, dusun terpencil, dan wilayah kepulauan. Program ini dijalankan lewat kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian ESDM, Pemprov Sulut, pemerintah kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan terkait. General Manager PLN Suluttenggo Usman Bangun menegaskan komitmen pemerataan energi tersebut.

MANADO — General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menyatakan pihaknya menegaskan komitmen untuk mewujudkan pemerataan energi melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) periode 2026-2029. Program itu difokuskan menjangkau desa, dusun terpencil, hingga wilayah kepulauan di Sulawesi Utara yang belum memiliki listrik.

Target akhirnya adalah mencapai rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2029. Untuk mewujudkannya, PLN menjalankan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Sulut, pemerintah kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan terkait.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Akses Energi

Sinergi antarinstitusi disebut menjadi kunci utama untuk memastikan percepatan akses energi bagi seluruh masyarakat. Cakupannya meliputi wilayah daratan maupun kepulauan terluar di Sulut.

Usman menegaskan bahwa listrik merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi secara berkeadilan.

"Tidak ada lagi masyarakat di desa, dusun terpencil, maupun wilayah kepulauan di Sulut yang belum menikmati indahnya terang listrik. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami ingin memastikan tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam menikmati akses energi," kata Usman.

Strategi Daratan dan Kepulauan Disesuaikan dengan Geografis

Strategi pelaksanaan Lisdes disesuaikan dengan karakteristik geografis wilayah. Untuk wilayah daratan, PLN akan melakukan perluasan jaringan melalui penambahan tiang dan kabel listrik.

Di wilayah kepulauan terpencil, PLN akan membangun pembangkit listrik mandiri. Selain itu, PLN menyediakan bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Havidh Nazif menyatakan bahwa target elektrifikasi 100 persen pada 2029 merupakan komitmen langsung pemerintah pusat. Menurutnya, target itu membutuhkan kerja sama erat dari berbagai pihak.

"Target ini tidak mudah karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan karakteristik wilayah yang beragam, sehingga pendekatannya harus disesuaikan. Di daratan kami lakukan perluasan jaringan, sedangkan di kepulauan dibangun pembangkit melalui program listrik perdesaan," kata Havidh.

Havidh juga menekankan bahwa Kementerian ESDM tidak bisa bekerja sendiri. "Kami memastikan pemetaan lokasi dan mengharapkan dukungan penuh dari seluruh instansi terkait agar program ini berjalan tepat waktu dan optimal," katanya.

Kesiapan Lahan di Kepulauan Sangihe Jadi Catatan Evaluasi

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung kelancaran program dari PLN. Dukungan mencakup penyediaan data dan penyiapan lahan yang kerap menjadi tantangan di daerah kepulauan.

"Permasalahan yang kerap terjadi sebelumnya adalah kesiapan lahan. Ini sudah menjadi catatan evaluasi kami agar segera disiapkan dari awal. Jadi, ketika anggaran siap, eksekusi program bisa langsung berjalan lancar dan tepat waktu di wilayah kepulauan," ungkap Michael.

Melalui sinergi yang solid antara PLN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, Program Listrik Perdesaan 2026-2029 diharapkan mampu menuntaskan misi "Sulut Terang Benderang". Program itu juga diharapkan mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian masyarakat hingga ke pelosok.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top