Pemprov Sulut Susun Strategi Jangka Panjang Stabilkan Harga Rica, Fokus Perkuat Petani Lokal

Penulis: Yoga Permadi  •  Senin, 28 September 2026 | 08:17:31 WIB
Pemprov Sulawesi Utara menyusun strategi jangka menengah dan panjang untuk menstabilkan harga cabai.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai (rica) dengan memperkuat produksi petani lokal. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut Jimmy Ringkuangan menyatakan penyelesaian persoalan cabai tidak bisa berhenti pada operasi pasar saja. Strategi itu mencakup pengaturan pola tanam, pemetaan sentra produksi, hingga kemitraan petani dengan pasar.

MANADO — Pemprov Sulawesi Utara menilai operasi pasar yang selama ini jadi andalan menekan harga cabai hanya solusi sementara. Jimmy Ringkuangan menyebut kebijakan jangka menengah dan panjang harus diarahkan pada peningkatan produksi petani lokal, pengaturan pola dan kalender tanam, serta pemetaan sentra produksi.

Menurut dia, strategi itu juga mencakup penguatan data kebutuhan dan produksi, perbaikan distribusi antarkabupaten dan antarkota, kemitraan petani dengan pasar, serta penguatan kerja sama antardaerah.

Surplus dan Defisit Punya Jalur Berbeda

Dengan pendekatan tersebut, kata Jimmy, ketika produksi Sulawesi Utara mengalami surplus, hasil petani harus memperoleh akses pasar yang lebih luas. Sebaliknya, ketika produksi defisit akibat musim, cuaca, atau gangguan distribusi, pasokan dari daerah lain dapat menjadi penyangga.

"Kebijakan jangka menengah dan panjang harus diarahkan pada peningkatan produksi petani lokal, pengaturan pola dan kalender tanam, pemetaan sentra produksi," kata Jimmy di Manado.

Ia menambahkan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan pangan.

Harga Rica Sempat Tembus Rp125 Ribu per Kilogram

Langkah ini diambil setelah harga cabai di pasar tradisional Sulawesi Utara sempat melonjak lebih dari Rp125 ribu per kilogram. Pemprov sebelumnya mendatangkan 2,4 ton cabai dari Probolinggo, Jawa Timur, untuk membantu menstabilkan harga di pasar tradisional.

Jimmy menyatakan Pemprov Sulawesi Utara menghargai kritik dan masukan masyarakat melalui media sosial sebagai bagian dari keterbukaan publik. Namun, pemerintah berharap pembahasan mengenai pangan tetap didasarkan pada data dan fakta serta kepentingan masyarakat secara keseluruhan, tanpa mempertentangkan petani dengan konsumen.

"Dalam urusan pangan, ukuran keberhasilan kita bukan sekadar harga turun, tetapi bagaimana pasokan tersedia, masyarakat mampu membeli, petani tetap memperoleh nilai ekonomi yang layak, dan inflasi daerah terkendali," tegas Jimmy.

Petani dan Konsumen Diminta Tidak Dipertentangkan

Pemprov Sulawesi Utara akan terus menjaga petani, melindungi konsumen, menstabilkan harga, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Pendekatan yang disiapkan tidak hanya menyasar sisi harga di pasar, tetapi juga memastikan petani lokal mendapat akses pasar yang layak saat produksi melimpah.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top