MANADO — Rapat koordinasi yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin juga mengevaluasi sejumlah program lain, mulai dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penanganan kawasan kumuh, peningkatan sanitasi, Kredit Program Perumahan (KPP), hingga pembangunan rumah susun (Rusun). Gubernur Sulut Yulius Selvanus meminta lonjakan kuota Bedah Rumah dibarengi koordinasi kuat antarinstansi.
"Keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya target maupun anggaran, tetapi dari sejauh mana manfaatnya benar-benar diterima masyarakat," ujar Yulius.
Data terkini menunjukkan realisasi anggaran sementara program Bedah Rumah mencapai Rp95,28 miliar. Angka itu setara 41,83 persen dari total pagu anggaran Rp227,81 miliar.
Sisa pekerjaan masih menumpuk di sejumlah daerah. Dari 10.800 unit yang ditargetkan, 4.533 unit berstatus progres dan hanya 224 unit yang tuntas sepenuhnya.
Intervensi penanganan kawasan kumuh dan sanitasi diarahkan ke Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Cakupan area mencapai 18,09 hektare dengan pagu anggaran Rp6,2 miliar.
Plt Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan, Rini Dyah Mawarty, menyebut pekerjaan fisik di lokasi tersebut belum dimulai. Penyebabnya, proses pengadaan barang dan jasa sempat mendapat sanggahan lelang.
"Kontrak konstruksi ditargetkan dapat berjalan pada 7 Oktober 2026," kata Rini.
Untuk program sanitasi di Bolaang Uki, pemerintah menargetkan pembangunan 200 unit dengan progres kini 24,52 persen. Pembangunan mencakup 81 unit sanitasi awal yang tersebar di Desa Sondana (48 unit), Desa Tolondadu (26 unit), dan Desa Tabilaa (7 unit).
Sektor pembiayaan perumahan subsidi mendapat alokasi 14.854 unit pada 2026. Realisasi sementara baru mencapai 1.757 unit.
Penyaluran KUR Perumahan dan Rumah Subsidi telah menyerap anggaran Rp239,735 miliar bagi 791 debitur. Pemerintah juga memulai pembangunan satu tower Rumah Susun MBR Manado berisi 44 unit hunian, dengan progres fisik 0,54 persen.
Pelaksanaan program di lapangan menghadapi tantangan nyata. Kelangkaan BBM jenis solar menghambat distribusi material bangunan, sementara wilayah kepulauan kekurangan tenaga kerja terampil.
Bank BPD Sulutgo turut menyalurkan dana bantuan Bedah Rumah untuk 1.000 unit. Jumlah itu berpotensi bertambah hingga 2.000 unit di wilayah Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sitaro.