Modus Jambret Ponsel di Jakpus: Pakai Kawasaki Ninja, Incar Pengguna iPhone

Penulis: Zainul Arifin  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:18:31 WIB
Tersangka NAR dan barang bukti sepeda motor Kawasaki Ninja yang digunakan untuk menjambret ponsel di Jakarta Pusat.

SULAWESI UTARA — Kapolsek Metro Gambir mengungkap modus penjambretan ponsel di Jakarta Pusat yang memanfaatkan Kawasaki Ninja untuk memepet korban lalu kabur dengan kecepatan tinggi. Tersangka NAR disebut mengincar perempuan yang sedang berjalan sambil memegang ponsel, dengan iPhone sebagai target utama.

Polisi menangkap NAR, tersangka spesialis penjambretan ponsel yang beroperasi di kawasan Jakarta Pusat. Motor sport Kawasaki Ninja yang dipakai bukan sekadar kendaraan sehari-hari, melainkan alat utama untuk memepet korban dan melarikan diri sebelum sempat dikejar.

Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya menyebut tersangka menguasai teknik berkendara motor besar sambil merebut barang korban. Kemampuan itu yang membuat aksinya sulit digagalkan di jalan.

Bagaimana Modus Pemepetan Dijalankan

Tersangka memilih korban yang berkendara dengan kecepatan rendah, lalu memepet dari sisi kanan atau kiri. Begitu jarak cukup dekat, ponsel langsung direbut dan motor dipacu kencang untuk kabur.

Untuk korban yang berjalan kaki, NAR memanfaatkan momen ketika korban sedang asyik memakai ponsel. Di persimpangan atau lampu merah, ia memepet kendaraan yang berhenti lalu membawa kabur ponsel dalam hitungan detik.

  • Sasaran utama: perempuan yang berjalan sambil memegang ponsel
  • Jenis ponsel: lebih banyak iPhone, meski tidak menutup kemungkinan merek lain
  • Lokasi rawan: persimpangan, lampu merah, dan jalan dengan arus kendaraan padat
  • Kendaraan: Kawasaki Ninja milik tersangka sendiri, dipilih karena bisa melaju cepat

Kenapa Kawasaki Ninja Jadi Pilihan

Agus menjelaskan tersangka sengaja memakai motor sport berkapasitas besar untuk menunjang aksinya. Kecepatan tinggi dibutuhkan agar korban dan pengendara lain tidak sempat bereaksi.

"Jujur saja, tidak banyak orang bisa menggunakan Kawasaki dengan kecepatan penuh sambil mengambil barang orang. Dan dia bisa mengambil pakai tangan kiri maupun pakai tangan kanan," kata Agus seperti dikutip Antara.

Kemampuan memakai tangan kanan dan kiri saat merebut ponsel membuat NAR sulit diantisipasi. Ia bisa menyesuaikan posisi memepet dengan tangan yang bebas, tergantung arah datang korban.

Profil Korban yang Diincar

Tersangka tidak memilih korban secara acak. Perempuan yang sedang memakai ponsel sambil berjalan menjadi target karena dianggap lebih lengah dan sulit memberi perlawanan cepat.

"Dia memang spesialis handphone apa saja, tapi lebih banyak itu ternyata iPhone yang diambil," ujarnya.

Pilihan pada iPhone diduga karena nilai jual kembali yang tinggi di pasar gelap. Ponsel flagship merek lain juga bisa jadi sasaran, tetapi iPhone lebih sering diambil dalam aksi-aksi yang tercatat.

Yang Perlu Diperhatikan Pengguna Jalan

Modus ini memanfaatkan kelengahan pengguna ponsel di ruang publik, terutama saat berjalan kaki atau berhenti di lampu merah. Pelaku bergerak cepat dan langsung menghilang sebelum korban sempat bereaksi.

Pengendara maupun pejalan kaki disarankan tidak memegang ponsel secara terbuka di area rawan, terutama di persimpangan dan jalan dengan arus kendaraan yang padat. Menyimpan ponsel di tas atau saku tertutup mengurangi risiko diincar.

Kasus ini juga menunjukkan pemilihan kendaraan berperforma tinggi bisa menjadi bagian dari perencanaan aksi kriminal, bukan sekadar alat transportasi. Polisi masih mendalami apakah NAR beroperasi sendiri atau bagian dari jaringan yang lebih luas.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top