MANADO — Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sulawesi Utara Grace Komaling menyatakan capaian 1.839 lokasi KDMP menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian masyarakat lewat koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Jumlah itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulut.
Grace menyampaikan hal itu di Manado, Senin, saat memaparkan perkembangan program koperasi yang digulirkan pemerintah pusat tersebut. Menurut dia, keberadaan koperasi diharapkan mendorong aktivitas usaha warga setempat.
"Saat ini KDMP di Sulut telah mencapai 1.839 lokasi, yang ditargetkan setiap desa atau kelurahan memiliki koperasi," kata Grace Komaling di Manado, Senin.
KDMP merupakan program yang menempatkan koperasi sebagai simpul layanan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Warga diharapkan punya akses lebih baik terhadap berbagai layanan ekonomi sekaligus peluang mengembangkan usaha produktif.
Koperasi di level desa dinilai bisa mengoptimalkan potensi lokal. Mulai dari pertanian, perdagangan, perikanan, sampai usaha mikro, kecil, dan menengah.
Struktur ekonomi Sulut yang bertumpu pada pertanian, perikanan, dan perdagangan membuat koperasi desa berpeluang menampung hasil produksi warga. Koperasi bisa menjadi wadah pemasaran bersama, penyedia bahan baku, hingga penyalur pembiayaan skala kecil.
Dengan jangkauan 1.839 titik, layanan ekonomi berpotensi lebih merata hingga ke wilayah pelosok. Perputaran uang diharapkan tetap berputar di tingkat desa dan kelurahan, bukan tersedot ke kota.
Grace menekankan keberhasilan program tidak hanya ditentukan jumlah titik yang terbentuk. Kesiapan kelembagaan, pengelolaan usaha, dan partisipasi aktif anggota koperasi sama menentukan.
Pengurus koperasi perlu punya kemampuan manajerial yang baik, transparansi dalam pengelolaan keuangan, serta perencanaan usaha yang sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Tanpa itu, koperasi berisiko berhenti di papan nama.
Dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta pemangku kepentingan lain dibutuhkan agar koperasi beroperasi optimal. Pendampingan, pelatihan sumber daya manusia, dan penguatan akses pasar menjadi aspek yang menentukan.
Jika dikelola dengan baik, koperasi dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Warga punya wadah memperkuat kegiatan ekonomi bersama.
Tantangan utama berikutnya adalah memastikan setiap koperasi benar-benar berjalan aktif dan dikelola profesional. Manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan menjadi ukuran akhir keberhasilan program ini.
Pemerintah provinsi menyatakan akan terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi agar target satu koperasi per desa dan kelurahan tidak berhenti sebagai capaian administratif.