SULAWESI UTARA — Sejumlah pemilik iPhone Duo melaporkan layar lipat perangkat mereka retak sendiri hanya beberapa hari setelah peluncuran resmi. Kerusakan muncul di garis tengah engsel disertai blok piksel yang menyala putih, dan sebagian pengguna mengaku layar sudah pecah saat proses setup pertama.
Apple merilis iPhone Duo pada Jumat lalu, dan sejak itu laporan kerusakan mulai bermunculan di komunitas pengguna. Pola kerusakannya seragam: retakan memanjang tepat di garis lipatan engsel, lalu satu blok piksel horizontal di layar dalam macet menyala putih.
Belum ada angka resmi berapa unit yang terdampak. Dari penelusuran media, tercatat sekitar sepuluh kasus unik yang dilaporkan, dengan banyak pemilik lain membagikan pengalaman serupa di subreddit iPhone Duo.
Waktu kerusakan bervariasi antar pengguna. Namun rentangnya pendek karena perangkat baru bisa dibuka dari kotak sejak Jumat pagi. Beberapa orang bahkan melaporkan layar sudah retak saat proses setup awal.
Kerusakan yang muncul dalam hitungan jam setelah unboxing ini memicu pertanyaan soal kontrol kualitas di lini produksi awal iPhone Duo.
Sebagian besar pembeli yang mengalami masalah ini mendapat penggantian unit langsung di Apple Store. Prosesnya relatif mulus bagi mereka yang membeli lewat kanal resmi Apple.
Pembeli dari operator telekomunikasi menghadapi jalan lebih berliku. Operator tidak memiliki stok pengganti siap pakai, dan satu pengguna mengaku dituduh menjatuhkan ponselnya sehingga diminta menanggung biaya perbaikan sendiri.
Ada teori yang beredar di kalangan pengguna: sejumlah batch iPhone Duo memiliki komponen engsel cacat. Satu bagian engsel disebut sedikit bergeser dari posisinya dan menonjol ke atas, menekan layar dalam hingga retak.
Di media sosial, sejumlah pengguna menyarankan agar pemilik tidak menutup iPhone Duo dengan menekan bagian tengah layar dalam. Belum jelas apakah saran ini benar-benar relevan dengan akar masalah.
Apple sendiri belum memberikan panduan resmi soal cara membuka dan menutup perangkat yang benar. Perusahaan juga belum merilis pernyataan terkait laporan kerusakan ini, dan media telah menghubungi Apple untuk meminta komentar.
Laporan ini memang mengkhawatirkan, tetapi perlu dilihat proporsinya. Apple diperkirakan sudah mengirim ratusan ribu hingga jutaan unit iPhone Duo, sementara persentase kasus retak masih kecil.
Bagi pasar Indonesia, iPhone Duo belum tentu masuk secara resmi dalam waktu dekat. Namun bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, kasus ini jadi pengingat bahwa kategori perangkat lipat masih bergulat dengan tantangan durabilitas komponen mekanis, terutama engsel.
Sejumlah produsen Android sudah lebih dulu merilis perangkat lipat dengan berbagai desain engsel. Rekam jejak durability menjadi salah satu faktor yang menentukan adopsi konsumen di segmen premium.
Apple belum mengumumkan langkah lanjutan, termasuk apakah ada program pemeriksaan batch atau perpanjangan garansi khusus untuk kasus ini. Pemilik iPhone Duo yang mengalami retak disarankan mendokumentasikan kondisi perangkat sebelum mengajukan klaim penggantian.