MANADO — Sulawesi Utara menutup Kejurnas ke-60 Pacuan Kuda Pordasi 2026 sebagai juara umum. Pada Seri II di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Minahasa, Sabtu (24/10), kontingen Sulut mengumpulkan 91 poin dari 10 kelas yang dilombakan di hadapan ribuan penonton.
Tambahan itu melengkapi perolehan 58 poin yang dikumpulkan Sulut pada Seri I di Pangandaran, Jawa Barat, 26 Juli 2026. Total 149 poin membuat Sulut tak terkejar 13 provinsi pesaing lainnya.
Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo menyampaikan hasil akhir kejuaraan secara langsung. Menurut dia, konsistensi Sulut di dua seri menjadi kunci gelar juara umum.
"Dengan demikian total nilai diperoleh Sulut dari Seri I dan Seri II adalah 149, sehingga Sulut tampil sebagai juara Kejurnas ke-60 Pordasi tahun 2026," ujarnya.
Poin Seri II disumbang dari 10 kelas yang dipertandingkan. Sulut tampil terbaik di antara 14 provinsi yang hadir, dengan selisih poin yang cukup lebar dari para pesaing.
Di balik gelar itu, Aryo menyoroti peran peternak lokal Minahasa. Sebagian besar kuda unggulan yang turun di Tompaso merupakan hasil pembiakan peternak Sulawesi Utara.
"Karena meskipun yang hadir 14 provinsi, 2/3 lebih dari 60 persen kuda yang hadir di sini, semua kelahiran Tompaso, kelahiran Sulawesi Utara," katanya.
Fakta itu menempatkan Sulut bukan hanya sebagai juara di lintasan, tetapi juga pemasok utama kuda pacu bagi provinsi lain. Kandang-kandang kuda di Tompaso disebut menjadi salah satu pusat pembibitan yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Aryo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kejurnas. Menurut dia, ajang nasional ini berdampak langsung pada geliat peternakan kuda di daerah.
Ke depan, PP Pordasi berkomitmen memberi dukungan lebih besar kepada peternak, pemilik, dan pengelola kandang kuda di Sulawesi Utara. Dukungan itu diharapkan menjaga pasokan kuda berkualitas sekaligus mempertahankan prestasi Sulut di kejurnas berikutnya.
Gelar juara umum Kejurnas ke-60 menjadi catatan tersendiri bagi Sulut, yang sebelumnya juga memimpin perolehan poin pada Seri I. Dua seri digelar terpisah di dua pulau, namun hasil akhirnya tetap menempatkan Bumi Nyiur Melambai di posisi teratas.