SULAWESI UTARA — PLN UP3 Jambi melakukan survei lapangan untuk permohonan penyediaan jaringan listrik Perumahan Paragon Village 2 di Muaro Jambi, Selasa (20/10), dengan kebutuhan teridentifikasi berupa SUTM sekitar 100 meter dan trafo distribusi 50 kVA. Langkah itu menjadi bagian dari rangkaian pelayanan kelistrikan yang dimulai sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat listrik menyala di rumah pelanggan.
Perumahan Paragon Village 2 direncanakan terdiri atas 34 unit rumah di Jalan Javana Corner, Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Survei yang dilakukan tim PLN UP3 Jambi menjadi langkah awal untuk melihat langsung kondisi lapangan dan memetakan kebutuhan teknis kawasan tersebut sebelum rencana jaringan ditindaklanjuti.
Dari peninjauan awal, infrastruktur yang teridentifikasi meliputi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) sepanjang kurang lebih 100 meter dan trafo distribusi berkapasitas 50 kVA. Kedua komponen itu menjadi dasar bagi PLN untuk menilai kesiapan jaringan melayani kebutuhan listrik penghuni di kawasan permukiman baru tersebut.
Bagi PLN, perencanaan sejak awal menentukan kualitas layanan yang akan diterima pelanggan. Infrastruktur kelistrikan perlu dibangun sesuai kebutuhan, standar keselamatan, dan kondisi sistem setempat agar pasokan listrik aman dan andal saat digunakan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa kehadiran listrik yang dinikmati masyarakat merupakan hasil rangkaian pelayanan panjang yang saling berkaitan. Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 menjadi pengingat bagi perusahaan atas proses tersebut.
"Ketika masyarakat menyalakan lampu di rumah, yang terlihat mungkin hanya listriknya. Namun, sebelum itu ada proses perencanaan, survei, pembangunan, hingga pengoperasian jaringan yang harus kami siapkan dengan baik. Momentum HLN ke-81 mengingatkan kami bahwa setiap tahapan tersebut adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat," ujar Diksi.
Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Jambi, Muhammad Ghazali Al Ghifari, menjelaskan bahwa survei lapangan memberi gambaran faktual yang diperlukan sebelum rencana jaringan ditindaklanjuti. Tim tidak bekerja hanya berdasarkan data di atas kertas.
"Tim melihat langsung kondisi lokasi agar perencanaan tidak hanya berdasarkan data di atas kertas. Dari sini kami dapat memetakan kebutuhan jaringan dan berbagai aspek teknis yang akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya," ujar Ghazali.
Setiap rencana pengembangan jaringan, menurut Ghazali, tetap melalui evaluasi menyeluruh. Aspek yang dipertimbangkan mencakup kebutuhan pelanggan, kondisi sistem, keselamatan, efisiensi, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku.
PLN UP3 Jambi berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif seiring berkembangnya kawasan permukiman di wilayah kerjanya. Koordinasi dengan pengembang dan pemangku kepentingan dilakukan agar kebutuhan kelistrikan dapat dipersiapkan secara terencana, dengan masyarakat sebagai pengguna akhir layanan.
Bagi calon penghuni Paragon Village 2, hasil survei ini menentukan seberapa cepat jaringan listrik dapat tersedia di kawasan hunian mereka. Kebutuhan SUTM 100 meter dan trafo 50 kVA memberi gambaran skala infrastruktur yang harus disiapkan sebelum 34 unit rumah tersebut bisa dialiri listrik.
Langkah PLN UP3 Jambi mencerminkan pola kerja yang menempatkan perencanaan sebagai bagian dari layanan publik. Di tengah pertumbuhan perumahan di Kabupaten Muaro Jambi, kesiapan jaringan sejak awal menjadi penentu apakah kebutuhan listrik warga dapat dipenuhi tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.