SULAWESI UTARA — Bali United harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Minggu (25/10), setelah gol penyeimbang tuan rumah tercipta pada detik-detik akhir. Hasil ini membuat Serdadu Tridatu tertahan di posisi lima klasemen Super League 2026/2027 dengan 13 poin, gagal memaksimalkan peluang merangsek ke dua besar.
Kegagalan meraih tiga poin di markas Persita berbuntut kekecewaan bagi pelatih Bali United, Johnny Jansen. Pelatih asal Belanda itu menilai timnya sudah tampil bagus sepanjang laga, tetapi kehilangan momentum tepat sebelum peluit panjang berbunyi.
Persaingan di papan atas klasemen sementara Super League 2026/2027 memang sedang memanas. Jarak poin antarklub penghuni enam besar hanya terpaut satu angka, sehingga setiap poin yang hilang terasa mahal bagi tim yang ingin bertahan di jalur perburuan gelar.
Bali United sebenarnya sudah di depan mata meraih kemenangan saat bertandang ke Banten International Stadium. Namun Persita mencetak gol penyeimbang pada detik-detik terakhir pertandingan, memaksa skor berakhir 1-1 dan memupus harapan Serdadu Tridatu membawa pulang poin maksimal.
Jansen mengakui satu poin tetap berarti bagi timnya. Meski begitu, ia menegaskan Bali United seharusnya bisa membawa pulang tiga poin dari lawatan tersebut.
"Satu poin ini penting bagi kami. Tapi jika disuruh memilih, lebih baik saya pilih tiga poin daripada satu poin. Kami bermain bagus tapi lupa cara menang," ujar Jansen, Senin (26/10/2026).
Jansen juga menyinggung kualitas Persita yang mampu menyulitkan tim-tim papan atas. Ia merujuk pada Persija Jakarta, pemimpin klasemen saat ini, yang pernah menelan kekalahan di Banten International Stadium.
"Buktinya Persija, tim yang saat ini di puncak klasemen, bisa kalah di sana (Banten International Stadium). Persita tim yang bagus. Saya kecewa, harusnya dapat poin maksimal," tegasnya.
Kekuatan Persita di kandang sendiri menjadi catatan tersendiri bagi tim-tim yang ingin meraih poin penuh di Banten. Bali United menjadi korban terbaru dari ketangguhan tuan rumah yang sulit ditaklukkan.
Persija Jakarta masih memimpin klasemen dengan koleksi 15 poin, meski Macan Kemayoran masih menyimpan satu pertandingan pekan ketujuh dan berpeluang memperlebar jarak jika mengalahkan Persik Kediri. Dewa United membayangi di posisi kedua dengan 14 poin.
Madura United, Bali United, dan Persib Bandung sama-sama mengoleksi 13 poin. Madura United bahkan berpeluang menggeser Dewa United jika mampu memenangi Derby Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya. Persita Tangerang melengkapi enam besar dengan 12 poin.
Hasil imbang melawan Persita membuat Bali United gagal memaksimalkan peluang merangsek ke posisi dua besar. Di tengah ketatnya persaingan, kehilangan dua poin bisa berdampak signifikan terhadap posisi Serdadu Tridatu apabila para pesaingnya meraih kemenangan.
Bali United dituntut segera bangkit dari hasil kurang memuaskan. Tantangan berikutnya kembali datang dari laga tandang, dengan Serdadu Tridatu dijadwalkan menghadapi Arema FC pada Sabtu (31/10).
Targetnya jelas: memperbaiki hasil sekaligus menjaga persaingan di papan atas Super League 2026/2027. Jansen menyayangkan kegagalan meraih kemenangan atas Persita, karena kemenangan itu akan menempatkan Bali United di posisi dua atau tiga klasemen.
"Persaingan papan atas makin sengit. Kami harusnya bisa berada di posisi dua atau tiga jika menang lawan Persita," ujar Jansen.