Pencarian

Java Culture Fest 2026 di Boltim Libatkan 7 Desa dan Puluhan UMKM, Wagub Sebut Perkuat Ekonomi Kreatif

Selasa, 12 Mei 2026 • 12:16:13 WIB
Java Culture Fest 2026 di Boltim Libatkan 7 Desa dan Puluhan UMKM, Wagub Sebut Perkuat Ekonomi Kreatif
Wakil Bupati Boltim membuka Java Culture Fest 2026 di Lapangan Arjuna, Desa Purworejo.

BOLTIM — Java Culture Fest 2026 resmi digelar di Lapangan Arjuna, Desa Purworejo, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (11/5/2026). Festival budaya tahunan yang memasuki penyelenggaraan kelima ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional serta melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Pembukaan kegiatan dilakukan Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya festival. Sejumlah tarian tradisional dan pertunjukan musik turut memeriahkan suasana yang dipadati masyarakat dari berbagai desa di wilayah Modayag.

7 Desa Bergotong Royong Sukseskan Festival

Panitia melibatkan tujuh desa dalam pelaksanaan festival tahun ini, termasuk kelompok masyarakat dari Purworejo Bersatu dan Liberia Bersatu yang turut mendukung jalannya kegiatan budaya tersebut. Kehadiran warga dari berbagai desa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perhelatan tahunan ini.

Dalam sambutannya, Argo mengatakan festival budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman budaya serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

“Festival ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Nilai Gotong Royong Jadi Jembatan Budaya

Argo menyebut masyarakat Boltim terdiri dari berbagai suku dan etnis yang selama ini hidup berdampingan secara harmonis, termasuk komunitas Jawa yang telah lama menetap dan menjadi bagian dari perkembangan daerah. Menurutnya, nilai budaya Jawa seperti gotong royong dan sikap rendah hati memiliki kesamaan dengan nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Bolaang Mongondow Timur.

“Nilai-nilai ini menjadi perekat sosial yang kuat di tengah keberagaman,” imbuhnya.

UMKM Lokal Jadi Motor Ekonomi Warga

Perhatian pengunjung juga tertuju pada deretan stand UMKM yang menjajakan produk makanan tradisional, kerajinan, hingga hasil olahan masyarakat lokal. Kehadiran pelaku usaha dalam festival tersebut dinilai mampu membantu promosi produk lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi warga.

Warga yang hadir berharap Java Culture Fest dapat terus digelar setiap tahun sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus sarana hiburan masyarakat di Boltim. Festival ini menjadi bukti bahwa tradisi dan ekonomi bisa berjalan beriringan di daerah. (*)

Bagikan
Sumber: infokini.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks