Pencarian

Transaksi BRImo Tembus Rp 7.500 Triliun Setahun, Bos BRI: Digitalisasi Sudah Mengubah Perilaku Nasabah

Minggu, 24 Mei 2026 • 13:59:37 WIB
Transaksi BRImo Tembus Rp 7.500 Triliun Setahun, Bos BRI: Digitalisasi Sudah Mengubah Perilaku Nasabah
Transaksi BRImo mencapai Rp 7.500 triliun setahun, menandai transformasi digital perbankan BRI.

SULAWESI UTARA — Hery mengungkapkan data tersebut dalam Jogja Financial Festival 2026 yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

"Kemudian transaksi harian, BRImo itu sehari itu Rp 32 triliun, setahun itu Rp 7.500 triliun," ujar Hery di hadapan peserta acara.

Volume transaksi sebesar itu, kata dia, tidak akan mungkin tercapai jika BRI tidak memiliki infrastruktur teknologi yang kuat. Ia membandingkan kondisi bank saat ini dengan era sebelumnya yang masih mengandalkan cek, giro, dan mesin ATM.

Evolusi Perbankan: dari Cek ke Fintech

Hery menjelaskan perjalanan transformasi perbankan dari masa ke masa. Pada era bank 1.0, layanan dasar hanya berupa transaksi menggunakan cek dan giro. Era bank 2.0 menghadirkan ATM yang melayani nasabah 7x24 jam.

"Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking. Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabang bank misalnya, bagi nasabah korporasi, mereka bisa melakukan transaksi dari kantor dengan internet banking," paparnya.

Kini, lanjut Hery, industri memasuki era bank 4.0 yang ditandai dengan kehadiran financial technology (fintech) dan digitalisasi. Perubahan ini, menurutnya, telah mengubah perilaku nasabah secara fundamental, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Pandemi Mempercepat Adopsi Digital

Hery menilai momentum pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu menjadi akselerator utama proses digitalisasi perbankan. Saat itu, nasabah tidak bisa datang ke cabang atau ATM untuk bertransaksi.

"Itu nasabah kan tidak bisa datang ke cabang. Jadi yang tadinya gaptek (gagap teknologi), tidak bisa menggunakan mobile banking, itu terpaksa menggunakan mobile banking, karena tidak bisa datang ke ATM, tidak bisa datang ke cabang, tidak bisa transaksi di teller dan seterusnya," ujar Hery.

Kondisi itulah yang memaksa adopsi teknologi terjadi secara massal. Nasabah yang sebelumnya enggan beralih ke layanan digital akhirnya terbiasa menggunakan aplikasi perbankan dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan basis pengguna BRImo yang terus bertambah, BRI optimistis volume transaksi digital akan terus meningkat seiring bertambahnya penetrasi smartphone dan infrastruktur internet di daerah-daerah. Capaian Rp 7.500 triliun dalam setahun menjadi sinyal bahwa perbankan digital telah menjadi tulang punggung layanan keuangan nasional.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks