SULAWESI UTARA — Pekan lalu memang menjadi mimpi buruk bagi IHSG. Hanya dalam lima hari perdagangan (18-22 Mei 2026), kapitalisasi pasar bursa ludes Rp 1,19 triliun menjadi Rp 10.635 triliun. Namun di balik amblesnya indeks, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing justru bergerak agresif mengoleksi saham-saham tertentu, terutama yang bergerak di sektor sumber daya alam.
MDKA dan BRMS Jadi Incaran, Total Net Buy Asing Capai Rp 691 Miliar
Secara keseluruhan, asing masih mencatat jual bersih (net sell) Rp 809,1 miliar di pasar reguler sepanjang pekan. Namun aksi beli terkonsentrasi pada saham-saham pilihan. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi yang paling diburu dengan net buy Rp 691,1 miliar. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 414,3 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 413,1 miliar.
Menariknya, asing juga memborong saham PT MD Pictures Tbk (FILM) senilai Rp 366,9 miliar serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 315,1 miliar. Dua hari di antaranya, yakni 19 dan 20 Mei, asing bahkan mencatat net buy harian masing-masing Rp 260,1 miliar dan Rp 249,2 miliar.
IHSG Terpuruk, Saham Prajogo Pangestu Jadi Pemberat Utama
Di sisi lain, kejatuhan IHSG sebesar 8,35% dalam sepekan menjadikannya salah satu indeks berkinerja terburuk di Asia dan ASEAN. Saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ambles 53,49% dan menjadi laggard terbesar dengan kontribusi negatif 47,55 poin. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 47,34% dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 23,44%.
Meski IHSG jeblok, rata-rata nilai transaksi harian bursa justru naik 15,68% menjadi Rp 21,77 triliun. Hal ini mengindikasikan perpindahan dana besar-besaran (rotasi) dari saham-saham berkapitalisasi besar ke sektor komoditas yang tengah menjadi sorotan.
Daftar Saham yang Diburu Asing Sepanjang Pekan Lalu
Berikut sepuluh saham dengan net buy asing terbesar pada 18-22 Mei 2026:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) — Rp 691,1 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) — Rp 414,3 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — Rp 413,1 miliar
- PT MD Pictures Tbk (FILM) — Rp 366,9 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) — Rp 315,1 miliar
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) — Rp 272,9 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) — Rp 238,4 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) — Rp 229,8 miliar
- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) — Rp 210,1 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) — Rp 210 miliar
Pola akumulasi ini menunjukkan bahwa di tengah kepanikan pasar, investor global justru melihat peluang pada saham-saham yang terkait langsung dengan hilirisasi mineral dan rencana pembentukan BUMN ekspor Danantara. Pertanyaannya, apakah aksi borong ini akan berlanjut pekan ini atau hanya sekadar bottom fishing jangka pendek?