MINAHASA UTARA — Peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Talawaan Bantik, Kecamatan Wori, menjadi titik balik bagi petani dan pekebun di kawasan pesisir utara Sulawesi Utara. Selama empat tahun terakhir, mereka harus memutar lewat jalur lain atau menyeberang sungai dengan risiko tinggi untuk mengangkut hasil bumi.
Proyek ini digarap oleh TNI Angkatan Darat melalui program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip memimpin langsung prosesi peresmian, didampingi Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi dan Bupati Minahasa Utara Dr Joune JE Ganda.
Jembatan Ambruk 2022, Ekonomi Warga Terhambat
Menurut laporan Dandim 1309/Manado dalam acara tersebut, jembatan gantung sebelumnya runtuh akibat musibah pada 2022. Kerusakan itu langsung berdampak pada mobilitas harian warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada hasil kebun dan pertanian di seberang sungai.
Bupati Minahasa Utara, Dr Joune JE Ganda, dalam sambutannya menyebut bahwa kehancuran jembatan lama sempat mengganggu banyak aktivitas. “Khususnya dalam kegiatan berkebun, membawa hasil pertanian, serta akses masyarakat yang harus melewati sungai ini,” ujarnya.
Manfaat Langsung: Hasil Pertanian Lebih Cepat ke Pasar
Dengan diresmikannya kembali jembatan ini, petani di Talawaan Bantik dan desa-desa sekitarnya bisa mengangkut komoditas seperti kelapa, cengkih, dan pala ke pasar Wori tanpa hambatan berarti. Warga juga tak perlu lagi khawatir saat musim hujan yang kerap membuat arus sungai deras dan berbahaya.
Bupati Ganda menyampaikan apresiasi kepada TNI AD dan semua pihak yang berkontribusi. Menurutnya, keberadaan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan harapan baru bagi perekonomian warga di Kecamatan Wori.
Program Nasional TNI: Perbaikan Jembatan di Seluruh Indonesia
Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip menjelaskan bahwa peresmian ini merupakan bagian dari instruksi Kepala Staf Angkatan Darat yang diturunkan dari program Presiden. “Program pembangunan dan perbaikan jembatan dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat,” katanya.
Target program ini adalah daerah-daerah yang membutuhkan akses penghubung yang aman dan memadai, terutama di wilayah terpencil atau pasca-bencana. Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi salah satu dari sekian banyak titik yang telah rampung dikerjakan.
Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi, dalam laporannya, menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan ini merupakan wujud kepedulian TNI AD membantu masyarakat memperoleh akses penghubung yang aman dan layak guna menunjang aktivitas sehari-hari.