KOTAMOBAGU — Turnamen yang mengusung tema “Lewat Domino Kita Eratkan Barisan, Wujudkan Provinsi Bolaang Mongondow Raya” ini akan berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (30/8/2026). Para peserta tidak hanya memperebutkan trofi, tetapi juga uang pembinaan senilai jutaan rupiah.
Pembukaan turut dihadiri mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Hi. Djainuddin Damopolii, serta perwakilan Dandim 1303/Bolmong, Kapolres Kotamobagu, dan Kajari Kotamobagu.
Domino Bukan Sekadar Permainan, tapi Sekolah Strategi
Dalam sambutannya, Noval C Manoppo menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang berkontribusi. Ia menekankan bahwa olahraga domino mengajarkan banyak hal kepada para pemainnya.
“Olahraga ini mengajarkan kita tentang strategi, ketelitian, sportivitas, dan kemampuan membangun komunikasi,” ujarnya mewakili Wali Kota Kotamobagu.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan dengan semangat kebersamaan yang ingin dibangun di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Turnamen ini menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai lapisan untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung.
Momentum Memperkuat Barisan Menuju Provinsi BMR
AP3BMR sengaja menggandeng Pemkot Kotamobagu dalam ajang ini untuk menyalurkan aspirasi pembentukan provinsi baru melalui kegiatan yang positif dan inklusif. Domino dipilih karena mudah diakses dan digemari berbagai kalangan usia.
Noval berharap semangat kebersamaan yang terbentuk selama turnamen dapat terus dipelihara. Ia juga ingin energi positif ini berdampak pada hubungan antarmasyarakat di wilayah Bolaang Mongondow Raya secara keseluruhan.
“Lewat kegiatan seperti ini, kita bisa membangun komunikasi yang lebih erat. Ini modal sosial yang penting untuk masa depan daerah,” tambahnya.
Dua Hari Kompetisi, Satu Tujuan Kebersamaan
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama. Selain bersaing ketat di meja domino, turnamen ini menjadi ruang bertukar cerita dan memperkuat jaringan sosial antarwarga.
Kehadiran unsur Forkopimda dalam pembukaan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap agenda ini. Sinergi antara pemkot dan elemen masyarakat diharapkan terus terjaga, tidak hanya selama turnamen berlangsung.
Panitia menargetkan kompetisi berjalan lancar dan sportif hingga penutupan. Lebih dari sekadar pemenang, turnamen ini diharapkan meninggalkan kesan persaudaraan yang kuat bagi seluruh peserta dan masyarakat Kotamobagu.