SULAWESI UTARA — Pasar wisatawan India selama ini identik dengan Bali. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini mencoba menggeser kebiasaan itu dengan mengenalkan Yogyakarta dan Lombok sebagai destinasi pendamping. Lewat program Familiarization Trip (Fam Trip), enam agen perjalanan asal India diterbangkan langsung untuk merasakan sendiri pengalaman di dua destinasi tersebut sebelum akhirnya bertemu di Pulau Dewata.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menyebut program ini dirancang agar agen perjalanan India berani menyusun paket wisata baru. “Kedua destinasi tersebut memiliki potensi untuk dikombinasikan dengan Bali yang sudah lebih dahulu menjadi salah satu destinasi utama pilihan wisatawan India,” ujarnya.
Enam perusahaan yang ambil bagian adalah Shree Corp, Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, Wayfarers Hub, Thomas Cook (India) Limited, dan SOTC Travel Limited. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok: Grup A menjelajahi Yogyakarta dan Bali, sedangkan Grup B mengeksplorasi Lombok dan Bali.
Yogyakarta: Naik Kereta Panoramic hingga Ramayana Ballet
Grup A memulai perjalanan dengan cara tak biasa. Alih-alih terbang langsung, perwakilan Shree Corp, Thomas Cook, dan Wayfarers Hub mencoba Kereta Panoramic menuju Yogyakarta. Jendela kaca berukuran besar di kereta ini menyuguhkan panorama perjalanan yang dinilai punya daya tarik tersendiri bagi turis asing.
Begitu tiba di kota pelajar, agenda peserta diisi kunjungan ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Malam harinya, mereka menyaksikan Sendratari Ramayana Ballet. Perpaduan sejarah, seni pertunjukan, dan kisah Ramayana yang juga dikenal di India menjadi nilai jual yang kuat.
Para pelaku industri perjalanan melihat Yogyakarta cocok untuk segmen keluarga, wisatawan senior, hingga mereka yang tertarik pada budaya dan spiritualitas. Warisan Hindu-Buddha yang mirip dengan sejarah India dinilai bisa menjadi modal promosi besar. Namun, mereka juga menyoroti sejumlah hal yang perlu dibenahi, seperti konektivitas, pilihan makanan halal atau vegetarian, serta paket wisata keluarga yang lebih variatif.
Pengalaman peserta diperkaya dengan workshop pembuatan jamu tradisional di Jogjamu dan jelajah Taman Sari. Aktivitas ini membuka peluang pengembangan produk wellness yang bisa dikemas dalam cerita perjalanan lebih menarik.
Lombok: Snorkeling di Gili Trawangan dan Naik Cidomo
Sementara itu, Grup B yang berisi Flag Holidays, S V Holiday Bazaar, dan SOTC Travel menyeberang ke Lombok menggunakan fast boat dari Pelabuhan Padang Bai, Bali. Tujuan utama mereka adalah Gili Trawangan, pulau tanpa kendaraan bermotor yang dikenal dengan pantai dan kehidupan malamnya.
Di sana, peserta menginap dan mencoba berbagai aktivitas: snorkeling melihat penyu, berkeliling pulau dengan e-bike, menikmati suasana malam di beach club, hingga menjajal cidomo—transportasi tradisional bertenaga kuda yang menjadi ciri khas Gili.
Gili Trawangan dinilai cocok untuk wisatawan India usia 25-45 tahun yang bepergian bersama teman. Pilihan penginapan dari hostel hingga vila, pertunjukan musik, dan spot matahari terbenam yang fotogenik menjadi daya tarik utama. Suasana bebas kendaraan bermotor juga memberikan pengalaman berbeda yang layak dibagikan di media sosial.
Satu catatan penting dari peserta adalah ketersediaan makanan vegetarian. Restoran dengan menu berlabel jelas dianggap krusial untuk memberi kenyamanan bagi wisatawan India yang sebagian besar memiliki pantangan makanan tertentu.
Peluang Pasar India dan Pekerjaan Rumah yang Menanti
Fam Trip ini menjadi langkah Kemenpar untuk memperluas pasar di luar Bali. Yogyakarta dan Lombok dinilai memiliki daya tarik yang saling melengkapi dengan Pulau Dewata. Namun, keberhasilan program ini bergantung pada tindak lanjut agen perjalanan India dalam menyusun paket wisata baru.
Konektivitas penerbangan langsung, variasi menu makanan, dan paket tematik berbasis budaya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Jika berhasil, bukan tidak mungkin turis India yang biasanya menghabiskan waktu seminggu di Bali akan memperpanjang liburan mereka ke Candi Borobudur atau Gili Trawangan.