Pencarian

Sinergi 4 BUMN di Banda Neira Tanam 500 Bibit Pala untuk 30 Petani hingga Periksa Mata 100 Lansia

Senin, 07 September 2026 • 23:31:31 WIB
Sinergi 4 BUMN di Banda Neira Tanam 500 Bibit Pala untuk 30 Petani hingga Periksa Mata 100 Lansia
Berikut adalah 3–5 caption foto berita berdasarkan informasi di atas:

BITUNG — Empat badan usaha milik negara mengerahkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara kolektif di Banda Neira. Selain 500 bibit pala untuk 30 petani, sinergi ini juga membangun satu ruang belajar serta menyalurkan bantuan pengelolaan sampah di wilayah pesisir tersebut.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Triswahyu Herlina, menyebut kolaborasi ini dirancang agar dampaknya tidak berhenti pada seremonial belaka. “Kami tidak ingin program TJSL hanya berhenti pada bantuan, tetapi harus mampu memberikan dampak yang dapat dirasakan dan dikembangkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Bitung.

Pala: Komoditas Sejarah yang Dihidupkan Kembali

Penanaman bibit pala menjadi program paling menonjol karena menyentuh langsung potensi ekonomi lokal. Pala bukan sekadar tanaman penghijauan bagi Banda Neira—komoditas ini memiliki jejak sejarah panjang dalam denyut ekonomi masyarakat kepulauan tersebut.

Ina, sapaan akrab Triswahyu, menekankan keberhasilan program diukur dari perawatan setelah bibit diserahkan. “Kami berharap bibit pala yang ditanam bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani,” katanya.

Inisiatif ini sekaligus menjadi kontribusi PELNI terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 15 tentang Ekosistem Daratan.

Ruang Belajar dan Pengelolaan Sampah untuk Wilayah Pesisir

Di sektor pendidikan, sinergi BUMN menghadirkan satu ruang belajar baru. Fasilitas ini diharapkan memberi lingkungan yang lebih layak bagi anak-anak dan generasi muda Banda Neira.

Perhatian juga diarahkan pada persoalan sampah pesisir. Sebagai perusahaan pelayaran dengan jaringan operasional luas di wilayah kepulauan, PELNI menilai pengelolaan sampah yang baik mampu menekan pencemaran laut. Program ini selaras dengan SDGs nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab serta SDGs nomor 14 tentang Ekosistem Laut.

Mengapa Pemeriksaan Mata untuk 100 Lansia?

Dari aspek kesehatan, kolaborasi ini menjangkau 100 warga lanjut usia melalui pemeriksaan mata. Langkah ini menyasar kelompok yang kerap terbatas aksesnya terhadap layanan kesehatan.

“Kami ingin manfaat program TJSL benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemeriksaan mata bagi lansia merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih,” tutur Ina. Program ini mendukung SDGs nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Sinergi Lintas Sektor: Kunci Dampak Berkelanjutan

Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, menilai pendekatan kolaboratif membuat manfaat TJSL jauh lebih luas. “Sinergi BUMN seperti ini sangat penting karena kebutuhan masyarakat tidak hanya berada pada satu sektor. Ada kebutuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan yang semuanya saling berkaitan,” ujarnya.

Pemilihan program di Banda Neira disebut mempertimbangkan kebutuhan warga sekaligus potensi lokal yang bisa dikembangkan. PELNI dan mitra menargetkan masyarakat menjadi bagian utama dari keberlanjutan setiap program yang telah diluncurkan.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detailnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks