SULAWESI UTARA — Razer resmi meluncurkan Clio X, sebuah aksesori yang mengubah sandaran kepala kursi gaming menjadi sumber audio. Alih-alih menuntut pengguna memakai headset, perangkat ini menempatkan dua speaker near-field 38 mm dan dua passive radiator 55 mm tepat di belakang kepala, didukung THX Spatial Audio untuk reproduksi suara posisional yang akurat.
Solusi untuk Gamer yang Tak Nyaman Pakai Headset
Headset memang standar dalam gaming kompetitif, tetapi tidak semua orang tahan menggunakannya berjam-jam. Tekanan pada daun telinga dan rasa panas sering menjadi keluhan umum. Razer mencoba menjawab celah ini dengan Clio X yang memungkinkan suara mengarah langsung ke telinga tanpa menutup kepala.
Perangkat ini dirancang fleksibel. Selain berfungsi sebagai speaker utama, Clio X dapat dialihkan menjadi speaker belakang dalam konfigurasi surround bersama soundbar atau sistem 2.0/2.1 yang kompatibel. Posisi sumber suara yang berada di belakang kepala menjadi pembeda utama dibanding speaker meja biasa.
Pemasangan dan Konektivitas
Clio X terhubung ke PC atau laptop lewat Razer HyperSpeed Wireless 2,4 GHz. Pemasangannya mengandalkan strap yang bisa disesuaikan, membuatnya kompatibel dengan mayoritas kursi gaming dan kursi kantor high-back.
Daya perangkat berasal dari power bank USB-C PD 2.0. Razer mengklaim durasi pemakaian bisa mencapai 40 jam, tergantung kapasitas sumber daya yang dipakai.
Keterbatasan yang Perlu Dipertimbangkan
Konsep headset-free ini punya konsekuensi. Pengguna tidak mendapatkan isolasi suara seperti headset, sehingga suara sekitar ruangan tetap terdengar dan bisa mengganggu fokus. Kualitas pengalaman spatial audio juga sangat bergantung pada posisi kursi dan kondisi akustik ruangan.
Clio X merupakan pengembangan dari konsep Razer Clio sebelumnya, tetapi kini dikemas lebih sederhana dan terjangkau. Produk ini menegaskan arah Razer dalam menghadirkan alternatif audio gaming yang mengutamakan kenyamanan fisik untuk sesi bermain panjang.