BITUNG — Perdamaian antara dua kelompok remaja yang sebelumnya terlibat perselisihan itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dialog, canda, dan saling bermaafan mewarnai pertemuan di Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung.
Richaed Mamuntu yang akrab disapa Ichal Mamuntu menegaskan, perdamaian harus menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan persoalan antarremaja. Menurut dia, para remaja adalah bagian penting dari masa depan Kota Bitung sehingga energi mereka perlu diarahkan pada kegiatan positif.
"Torang tidak boleh membiarkan anak-anak muda terjebak dalam konflik. Mereka adalah generasi penerus. Tugas kita sebagai orang tua, tokoh pemuda dan masyarakat adalah merangkul mereka, bukan menjauhkan mereka," kata Ichal.
Bukan soal siapa menang atau kalah
Ichal menegaskan, proses perdamaian bukan sekadar menghentikan pertikaian. Menurut dia, perdamaian harus dilanjutkan dengan membangun kembali hubungan persaudaraan antarkelompok remaja.
"Yang kita cari bukan siapa yang menang atau siapa yang kalah. Yang paling penting adalah torang samua kembali basudara. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan hati yang terbuka," ujarnya.
Ia juga mengajak para remaja mengalihkan energi ke berbagai kegiatan positif, termasuk olahraga, seni, komunitas, dan pengembangan bakat.
"Anak-anak muda punya banyak talenta. Jangan sampai energi mereka habis di jalan dan berujung pada persoalan hukum. Lebih baik kita arahkan ke olahraga, seni, kreativitas dan kegiatan yang bisa membawa mereka meraih prestasi," katanya.
Sinergi pemerintah, aparat, dan tokoh masyarakat
Menurut Ichal, menjaga keamanan Kota Bitung merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, kepolisian, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan pemuda harus terus diperkuat.
"Perdamaian ini bukan akhir, tetapi awal untuk membangun kembali hubungan yang lebih baik. Kami siap terus membantu pemerintah dan aparat keamanan menjaga Kota Bitung tetap aman, nyaman dan kondusif," tutur Ichal.
Tokoh Muslim Kota Bitung sekaligus Ketua Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Indonesia, Hj Sapiin Palakua, mengapresiasi peran Ichal Mamuntu dan Mario Mamuntu dalam merajut kembali persaudaraan para remaja.
Palakua mengatakan, langkah tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan melalui pendekatan persaudaraan dan komunikasi.
"Saya berterima kasih kepada saudara kita Ichal Mamuntu dan Mario Mamuntu yang selalu terdepan dalam merangkai jalinan persaudaraan di Kota Bitung. Hari ini kita melihat semangat perdamaian, persatuan dan persaudaraan kembali tumbuh di antara anak-anak remaja," ujar Palakua.
Ia mengingatkan bahwa upaya serupa sebelumnya juga dilakukan untuk mendamaikan kelompok remaja dari kawasan Empang dan Sarikelapa dengan melibatkan pemerintah, aparat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Apresiasi Camat Maesa dan Kapolres Bitung
Camat Maesa Fatmawati Soleman menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan Ichal Mamuntu dan Mario Mamuntu dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Maesa.
Menurut Fatmawati, pendekatan yang dilakukan kedua tokoh pemuda tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih positif bagi generasi muda.
"Lewat figur Bung Ichal Mamuntu dan Bung Mario Mamuntu, kita melihat ketokohan yang selalu mengedepankan kebaikan dan perdamaian. Mereka juga aktif mendorong anak-anak muda untuk mengembangkan talenta dan menyalurkan hobi ke arah yang positif," kata Fatmawati.
Ia menilai kegiatan kepemudaan dan pengembangan bakat dapat menjadi salah satu cara mencegah remaja terjerumus dalam tindakan kriminal.
"Kami berharap sinergi seperti ini terus dijaga karena sangat membantu pemerintah dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban umum di Kota Bitung," ujarnya.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses perdamaian tersebut. Kapolres secara khusus mengapresiasi Ichal Mamuntu dan Mario Mamuntu yang ikut mengambil peran dalam menjembatani perdamaian antarkelompok remaja.
"Saya berterima kasih kepada saudara saya Ichal Mamuntu bersama Mario Mamuntu, Bang Hj Tago, Bang Hj Rio, Danramil, Camat Maesa, Kapolsek Maesa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak yang sudah membantu proses perdamaian anak-anak kita," kata Arie.
Ia mengajak seluruh pihak mempertahankan suasana aman dan tidak kembali membuka konflik yang telah diselesaikan.
"Mari kita kembali saling merangkul dan saling berpelukan untuk menjaga Kota Bitung tetap aman dan damai. Torang samua basudara," ujar Kapolres.