Pencarian

5 Langkah Selamat saat Bencana Alam Terjadi di Tengah Liburan

Sabtu, 19 September 2026 • 07:49:01 WIB
5 Langkah Selamat saat Bencana Alam Terjadi di Tengah Liburan

SULAWESI UTARA — Liburan yang sudah direncanakan berbulan-bulan bisa berantakan dalam hitungan menit ketika gempa, banjir, atau erupsi gunung api datang tiba-tiba. Ketika berada di daerah wisata yang belum dikenal, kepanikan justru jadi musuh terbesar. Lima langkah berikut membantu kamu mengambil keputusan cepat demi keselamatan.

Bencana alam jarang memberi peringatan panjang, terutama saat kamu sedang berada jauh dari rumah dan tidak paham medan setempat. Prioritas utama bukan menyelamatkan rencana perjalanan, melainkan diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

1. Tetap Tenang dan Cari Informasi Resmi

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menahan panik. Kepanikan membuat orang buru-buru memutuskan tanpa membaca kondisi sekitar. Tarik napas, menjauh dari sumber bahaya bila memungkinkan, lalu cari tahu situasi terbaru dari kanal resmi.

Jangan langsung percaya kabar yang berseliweran di media sosial. Pantau arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, atau petugas setempat sesuai jenis bencananya.

2. Segera Menuju Tempat yang Lebih Aman

Begitu pihak berwenang meminta evakuasi, ikuti tanpa menunda. Jangan menunggu keadaan memburuk hanya karena sekitar masih terlihat aman. Pakai jalur evakuasi yang sudah ditentukan dan hindari jalan pintas yang belum diketahui kondisinya.

Kalau sedang di destinasi wisata, ikuti arahan petugas, pengelola, atau pemandu. Mereka biasanya tahu titik kumpul dan jalur keluar darurat. Barang bawaan, tiket, atau agenda wisata tidak lebih penting daripada nyawa.

3. Hubungi Keluarga dan Orang Terdekat

Setelah kondisi cukup aman, kabari keluarga soal keadaanmu. Sampaikan lokasi terakhir, kondisi terkini, dan rencana selanjutnya. Informasi singkat itu membantu mereka tahu kamu aman sekaligus memantau situasi.

Hemat penggunaan telepon bila jaringan sedang terbatas. Prioritaskan komunikasi penting agar baterai dan jaringan tetap bisa dipakai untuk kebutuhan darurat. Aktifkan mode hemat daya dan simpan nomor-nomor penting selama proses evakuasi.

4. Tunda Perjalanan dan Jangan Memaksakan Diri

Bencana bisa mengubah kondisi jalan, transportasi, dan fasilitas umum dalam sekejap. Jalan yang tadinya aman bisa tertutup longsor, tergenang banjir, atau rusak akibat gempa. Jangan paksa kembali ke hotel, menuju bandara, atau melanjutkan perjalanan sebelum dinyatakan aman.

Tidak perlu merasa rugi karena liburan harus dihentikan sementara. Tiket, reservasi penginapan, dan agenda wisata bisa diurus lagi setelah keadaan kondusif. Menunda perjalanan justru menekan risiko masalah yang lebih besar.

5. Siapkan Kebutuhan Penting Selama Darurat

Kalau harus bertahan sementara di lokasi aman, pastikan barang penting mudah dijangkau. HP, power bank, dompet, identitas diri, obat pribadi, air minum, dan makanan ringan jangan sampai tertinggal. Masukkan ke tas yang gampang dibawa saat harus berpindah.

Pantau terus perkembangan informasi dari pihak berwenang. Jangan kembali ke lokasi yang sudah dievakuasi hanya untuk mengambil barang bila belum ada izin atau pengumuman resmi bahwa kawasan itu aman.

Lima langkah itu sederhana, tapi sering terlupakan saat panik melanda. Keselamatan selalu lebih berharga daripada rencana liburan yang bisa disusun ulang kapan saja.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntb.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks