Pencarian

321 Gempa Vulkanik Dangkal Terekam di Gunung Lokon, Status Tetap Waspada

Kamis, 24 September 2026 • 13:07:32 WIB
321 Gempa Vulkanik Dangkal Terekam di Gunung Lokon, Status Tetap Waspada
Kepala Badan Geologi menyampaikan hasil evaluasi aktivitas Gunung Lokon periode 1–15 September 2026.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat 321 kali gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada periode 1-15 September 2026. Meski kegempaan didominasi gempa vulkanik dangkal, Badan Geologi menyatakan aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan peningkatan. Tingkat aktivitas gunung tetap pada Level II atau Waspada.

TOMOHON — Laporan evaluasi Kementerian ESDM periode 1-15 September 2026 mencatat 321 kali gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon. Selain itu, pengamatan instrumental merekam 12 kali gempa embusan, satu kali tremor nonharmonik, serta 12 kali gempa vulkanik dalam.

Data tersebut disampaikan Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam evaluasi aktivitas gunung yang dibagikan Ketua Pos PGA Lokon, Armando Manguleh, di Manado.

"Pengamatan instrumental, kegempaan terekam sebanyak 12 kali gempa embusan, satu kali tremor nonharmonik, 321 kali gempa vulkanik dangkal, serta 12 kali gempa vulkanik dalam," sebut Lana Saria.

Gempa Tektonik dan Tremor Menerus Ikut Terekam

Selain gempa vulkanik, alat pemantau mencatat satu kali gempa tektonik lokal dan 79 kali gempa tektonik jauh. Dua kali tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 0,5–10 milimeter, dominan dua milimeter.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam. Dari data RSAM, energi tampak pada 24 Agustus 2026 dengan pola naik hingga 15 September 2026, dan kenaikan itu berasal dari gempa permukaan.

Asap Putih Tipis Teramati Setinggi 500 Meter

Hasil pengamatan visual menunjukkan embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 500 meter di atas kawah. Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.

Meski begitu, potensi ancaman bahaya tetap ada. Gas beracun sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, dan erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba.

Warga Diminta Waspadai Lahar saat Musim Penghujan

Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai berhulu dari puncak Gunung Lokon diminta mewaspadai terjadinya lahar pada musim penghujan atau saat hujan deras berdurasi lama.

Bila terjadi letusan dan hujan abu, warga diimbau tetap berada di dalam rumah. Apabila berada di luar rumah, disarankan menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).

Radius 1,5 Kilometer dari Kawah Tompaluan Dilarang

Berdasarkan analisa dan evaluasi menyeluruh hingga 15 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon tetap pada Level II (Waspada). Rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Kementerian ESDM menyatakan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks