Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto menilai Tim Penggerak PKK mampu melengkapi kebijakan pengendalian inflasi pangan di daerah itu. Penilaian disampaikan di Manado, Sabtu, dengan alasan keputusan konsumsi harian rumah tangga berada di tangan ibu-ibu. Sinergi pemerintah daerah, TP PKK, dan BI diharapkan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal Sulut.
MANADO — Joko Supratikto menyebut TP PKK memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam stabilisasi harga melalui pengelolaan konsumsi harian di tingkat keluarga. Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya lewat kebijakan pemerintah, tetapi perlu didukung peran keluarga dalam mengelola konsumsi pangan sehari-hari.
Mengapa Konsumsi Rumah Tangga Jadi Kunci Stabilisasi Harga
Joko menempatkan keputusan belanja dan masak harian di level rumah tangga sebagai titik yang menentukan pergerakan permintaan pangan di pasar. "PKK merupakan salah satu ujung tombak dalam pengendalian inflasi pangan, karena keputusan konsumsi setiap hari ada di tangan ibu-ibu," kata Joko.
Dari situ, ia menilai TP PKK berada di posisi yang tidak bisa digantikan instrumen kebijakan fiskal maupun moneter. "TP PKK memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam stabilisasi harga melalui pengelolaan konsumsi harian di tingkat keluarga," ujarnya.
Pangan Lokal Jadi Instrumen Pendukung
Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan Bank Indonesia diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat memanfaatkan pangan lokal. Joko berharap langkah itu sekaligus menopang upaya pengendalian inflasi pangan di Sulawesi Utara.
Ketahanan pangan yang kuat dari tingkat rumah tangga dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Sulut secara lebih luas. Upaya tersebut juga disebut menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Respons Ketua TP PKK Sulut
Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus menyatakan kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat fondasi ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Menurutnya, kerja sama itu sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok demi kesejahteraan masyarakat Sulut secara menyeluruh.
Dengan posisi Sulut sebagai daerah dengan karakter konsumsi yang khas, pendekatan berbasis rumah tangga melalui TP PKK memberi jalur intervensi yang lebih dekat ke dapur warga dibandingkan sekadar operasi pasar. Pemerintah daerah, TP PKK, dan BI akan melanjutkan koordinasi untuk memastikan langkah stabilisasi harga berjalan seiring penguatan pangan lokal.