Pencarian

Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik 1 Oktober 2026, Pertalite Tetap Rp10.000

Selasa, 29 September 2026 • 12:47:31 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik 1 Oktober 2026, Pertalite Tetap Rp10.000
Harga BBM nonsubsidi berpotensi naik pada 1 Oktober 2026 seiring kenaikan harga minyak mentah dunia.

SULAWESI UTARA — Harga bahan bakar minyak nonsubsidi berpotensi naik pada 1 Oktober 2026 seiring lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus USD106,56 per barel. Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak ikut naik dan tetap Rp10.000 per liter hingga akhir tahun. Selisih beban itu akan ditanggung APBN yang porsinya membesar.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi masih dalam tahap perhitungan. Pemerintah mencermati rata-rata pergerakan harga minyak dunia dalam satu bulan terakhir sebelum menetapkan angka penyesuaian yang berlaku mulai 1 Oktober 2026.

"Kalau nonsubsidi ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat rata-rata dalam 1 bulan itu kira-kira berapa (kenaikan minyak dunia), penyesuaian (BBM non subsidi) kira-kira berapa," kata Yuliot saat ditemui di TMP Kalibata, Selasa (29/9/2026).

Harga Minyak Dunia Jadi Pemicu Utama

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,22 persen ke level USD106,56 per barel untuk pengiriman November. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 1 persen menjadi USD93,57 per barel.

Kenaikan itu membuat harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite berpeluang disesuaikan. Yuliot menyebut penyesuaian bisa berlaku dua arah, tergantung pergerakan harga pasar.

"Ada kemungkinan penyesuaian (BBM non subsidi)," tambahnya.

Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Untuk BBM subsidi, pemerintah memilih menahan harga. Yuliot memastikan Pertalite tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 meski harga minyak dunia melonjak.

"Jadi kalau untuk pertalite, sudah disampaikan sama Pak Menteri, sampai dengan akhir tahun kita mempertahankan ini tidak ada kenaikan untuk pertalite, atau untuk BBM subsidi," ujar Yuliot.

Keputusan itu diambil untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan mendorong aktivitas ekonomi. Konsekuensinya, porsi APBN yang dipakai menutup biaya kenaikan harga minyak membengkak dibanding sebelumnya.

Dampak ke Pemilik Kendaraan

Bagi pengguna mobil dan motor yang mengisi BBM nonsubsidi, kenaikan 1 Oktober berarti biaya harian bertambah. Besarannya belum final karena masih menunggu hasil perhitungan pemerintah.

Pengguna Pertalite tidak terdampak langsung. Namun beban APBN yang membesar berpotensi memengaruhi anggaran sektor lain, termasuk infrastruktur dan program energi terbarukan.

Pemerintah belum mengumumkan tanggal pasti pengumuman resmi harga baru. Yuliot hanya menyatakan penyesuaian mengikuti mekanisme bulanan yang sudah berjalan.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rctiplus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks