Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin serah terima jabatan 27 perwira tinggi di Mabes Polri, Sabtu malam. Kegiatan ini merotasi sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan kepala kepolisian daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Utara. Rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
MANADO — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) terhadap 27 perwira tinggi di Mabes Polri. Dari jumlah itu, 25 perwira menjalani sertijab, sedangkan dua perwira lainnya dilantik untuk mengisi jabatan Astamarena dan Korspripim.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Menurutnya, Kapolri menekankan agar seluruh anggotanya hadir di tengah masyarakat.
"Sekira pukul 19.00 WIB ini, akan langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri terhadap beberapa pejabat utama, baik di pejabat utama Mabes Polri, ya, kemudian juga diikuti oleh beberapa Kapolda," kata Trunoyudo kepada wartawan.
Dampak Rotasi bagi Kepolisian Daerah di Sulawesi Utara
Rotasi ini mencakup 19 jabatan kepala kepolisian daerah (kapolda) di seluruh Indonesia. Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah yang terdampak pergantian kepemimpinan di tingkat Polda.
Pergantian kapolda di Sulawesi Utara berlangsung di tengah sejumlah agenda pengamanan daerah. Polda Sulut sebelumnya menangani berbagai persoalan keamanan, mulai dari gangguan kamtibmas hingga pengamanan jalur logistik.
Trunoyudo menegaskan bahwa kegiatan pergantian pejabat merupakan hal rutin dalam roda organisasi kepolisian. Polri berupaya melakukan percepatan agar sesuai dengan dinamika yang dibutuhkan masyarakat.
"Maka percepatan ini juga akan membuat dinamika juga semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat," ujar Trunoyudo.
Total 88 Perwira Dimutasi Sehari Setelah Kapolri Baru Dilantik
Mutasi kali ini merupakan bagian dari gelombang besar yang menyentuh 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Rotasi tersebut dilakukan sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru. Pergantian tersebut mencakup 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 jabatan kapolda.
Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri ikut dirotasi dalam surat telegram tersebut. Rotasi ini diharapkan mempercepat respons Polri terhadap kebutuhan masyarakat di daerah, termasuk di Sulawesi Utara.
Apa Langkah Selanjutnya Setelah Sertijab?
Pejabat yang baru dilantik akan langsung menjalankan tugas di satuan masing-masing. Untuk tingkat Polda, kapolda baru diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Polri menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar pergantian administratif. Trunoyudo menyebut percepatan dinamika organisasi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan surat telegram.
Masyarakat di Sulawesi Utara dapat memantau kinerja kepolisian daerah melalui layanan pengaduan resmi Polda Sulut. Pergantian pejabat diharapkan tidak mengganggu pelayanan publik yang berjalan selama ini.