MANADO — Direktur Kredit BSG Esther Rampengan menyatakan pihaknya berkomitmen penuh menghadirkan produk serta layanan perbankan yang inklusif, ramah anak, dan terjangkau bagi pelajar. Komitmen itu diwujudkan melalui edukasi literasi keuangan yang menyasar siswa di Sulawesi Utara.
BSG menilai kebiasaan mengelola uang saku dan menabung sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter finansial yang kuat dan mandiri di masa depan. Karena itu, perseroan mendorong pelajar mulai membiasakan diri menyisihkan uang saku untuk ditabung.
Mengapa Menabung Sejak Dini Disebut Fondasi Karakter Finansial
Menurut Esther, pembentukan kebiasaan finansial tidak bisa dimulai hanya saat seseorang sudah bekerja atau berpenghasilan tetap. Usia sekolah dinilai menjadi fase paling tepat untuk menanamkan pemahaman soal nilai uang dan pentingnya menabung.
"Kebiasaan mengelola uang saku dan menabung sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter finansial yang kuat dan mandiri di masa depan," kata Esther di Manado.
BSG menegaskan komitmennya mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi kelompok usia dini. Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu cara perseroan menjalankan peran tersebut.
Kolaborasi dengan OJK dan Pemda Jangkau Pelosok Sulawesi Utara
Melalui Bulan Inklusi Keuangan 2026, BSG berkolaborasi dengan OJK dan pemerintah daerah untuk memastikan akses keuangan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Kolaborasi ini menyasar kelompok yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan, termasuk pelajar.
BSG menyebut langkah tersebut sebagai wujud nyata peran aktifnya sebagai "Torang pe Bank" dalam mengawal keberlanjutan program inklusi keuangan di Sulawesi Utara. Fokusnya menyasar generasi muda dan pelajar agar lebih mengenal produk perbankan sejak awal.
Kepala OJK Robert Sianipar menilai dukungan sinergis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, OJK, BSG, dan jajaran pimpinan industri jasa keuangan se-Sulut dibutuhkan untuk mendorong pencapaian target inklusi keuangan nasional.
"Dukungan sinergis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, OJK, BSG, dan jajaran pimpinan IJK se-Sulut diharapkan dapat terus mendorong pencapaian target inklusi keuangan nasional, sekaligus mewujudkan masyarakat Sulawesi Utara yang makin terliterasi dan cerdas secara finansial," ujar Robert.
Layanan Perbankan Ramah Anak Jadi Andalan BSG
BSG menyiapkan produk dan layanan perbankan yang dirancang ramah anak serta terjangkau bagi kalangan pelajar. Pendekatan ini ditempuh agar siswa tidak merasa terbebani saat mulai membuka rekening dan menabung secara rutin.
Langkah edukasi menyasar sekolah-sekolah dinilai lebih efektif karena siswa bisa langsung mempraktikkan pengelolaan uang saku. Uang jajan harian yang biasanya habis dikonsumsi, diarahkan agar sebagian disisihkan ke tabungan.
BSG berharap program literasi keuangan bagi pelajar di Sulawesi Utara berjalan berkelanjutan, tidak berhenti pada momen Bulan Inklusi Keuangan saja. Perseroan menyatakan akan terus menggandeng OJK dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program tersebut.