SULAWESI UTARA — Pasar PC global mencatat penurunan tajam sepanjang kuartal ketiga 2026, dengan total pengiriman hanya 57 juta unit atau turun 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Data awal Counterpoint Research menyebut kenaikan harga DRAM dan NAND sebagai biang keladi, memaksa konsumen menunda pembelian meski sebenarnya butuh upgrade. Apple dan ASUS jadi merek yang paling kecil kena dampaknya.
Penurunan 21 persen secara tahunan itu bukan angka kecil. Dalam setahun, volume pengiriman komputer dan laptop global menyusut lebih dari seperlima, menurut data awal Counterpoint Research yang dirilis belum lama ini. Angka ini juga turun 13,8 persen dibanding kuartal sebelumnya, Q2 2026.
Penyebab utamanya bukan sekadar lesunya minat konsumen. Harga komponen memori, terutama DRAM dan NAND, naik signifikan sehingga biaya produksi PC ikut membengkak. Ujungnya, harga perangkat di rak toko jadi lebih mahal dan konsumen memilih menunda pembelian.
Harga Memori Jadi Pemicu Utama
Kenaikan harga DRAM dan NAND memukul seluruh lini produksi PC. Produsen mau tidak mau menaikkan harga jual, dan konsumen yang sebenarnya sudah butuh upgrade laptop atau desktop memilih bertahan dengan perangkat lama.
Ada faktor tambahan yang memperberat perbandingan tahunan. Pada Q3 2025, permintaan sempat melonjak menjelang berakhirnya dukungan Windows 10. Basis pembanding yang tinggi itu membuat penurunan tahun ini terlihat lebih dalam.
Lenovo Masih Teratas, Tapi Turun 23 Persen
Di tengah pasar yang lesu, Lenovo tetap memimpin dengan pengiriman 15 juta unit. Angka itu turun 23 persen dibanding tahun lalu, sedikit lebih buruk dari rata-rata pasar.
HP menyusul di posisi kedua dengan 10,3 juta unit, anjlok 31 persen. Dell mengirimkan 7,6 juta unit, turun 25 persen. Ketiga merek besar ini mencatat penurunan di atas atau sekitar rata-rata pasar.
- Lenovo: 15 juta unit, turun 23%
- HP: 10,3 juta unit, turun 31%
- Dell: 7,6 juta unit, turun 25%
- Apple: 5,6 juta unit, turun 11%
- ASUS: 5,2 juta unit, turun 7%
Apple dan ASUS Paling Tahan Dampak
Apple dan ASUS jadi dua merek yang penurunannya paling kecil. Pengiriman Apple mencapai 5,6 juta unit atau turun 11 persen, sementara ASUS mencatat 5,2 juta unit dengan penurunan hanya 7 persen.
Karena penurunan keduanya lebih kecil dari rata-rata pasar, pangsa pasar Apple dan ASUS justru meningkat di kuartal ini. Basis pengguna yang cenderung loyal dan segmen premium jadi alasan masuk akal, meski Counterpoint tidak merinci faktor penyebabnya.
Belum Ada Tanda Pulih dalam Waktu Dekat
Counterpoint memperkirakan pengiriman global pada Q4 2026 bakal turun lebih dalam, mencapai 27 persen secara tahunan. Sepanjang 2027, volume pengiriman diperkirakan masih relatif stagnan dibanding 2026.
Bagi calon pembeli di Indonesia, kondisi ini berarti harga laptop dan PC kemungkinan bertahan mahal dalam beberapa bulan ke depan. Menunda pembelian memang menghemat uang, tapi jika perangkat lama sudah tidak memadai untuk kerja harian, memantau diskon akhir tahun bisa jadi jalan tengah.