OPPO Find X10 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max: Duel Flagship 2nm, Beda Pendekatan Layar Belakang

Penulis: Zainul Arifin  •  Jumat, 25 September 2026 | 20:16:01 WIB
OPPO Find X10 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max bersaing di segmen flagship dengan chip 2nm.

SULAWESI UTARA — OPPO dan Xiaomi sama-sama merilis flagship berbasis chip 2nm di China, tapi keduanya mengambil jalan berbeda: OPPO menggenjot tiga kamera 200MP, Xiaomi menambah layar AMOLED 2,9 inci di punggung bodi. Find X10 Pro Max diperkenalkan 22 September 2026, disusul Xiaomi 18 Pro Max sehari kemudian, dengan baterai di atas 8.000 mAh di kedua perangkat.

Duel ini menarik bukan karena spesifikasinya sama, justru karena keduanya menempuh strategi yang saling bertolak belakang. OPPO memperkuat sisi fotografi lewat konfigurasi tiga kamera belakang 200 megapiksel dan kolaborasi Hasselblad, sementara Xiaomi memilih menambah kanal interaksi baru lewat layar sekunder di punggung bodi.

OPPO Find X10 Pro Max: Tiga Kamera 200MP dan Desain Hasselblad

OPPO mempertahankan bahasa desain lini Find dengan modul kamera persegi bersudut membulat. Di dalamnya tertanam tiga kamera belakang, sementara lampu LED ditempatkan terpisah pada modul berbentuk pil di sisi samping.

Sentuhan Hasselblad hadir di bagian belakang. Varian Moon White memakai konstruksi kaca dengan dua tekstur berbeda, sedangkan Warm Orange dan Light Titanium mengandalkan lapisan bertekstur sanded.

Layar Depan: OLED LTPO 6,78 Inci, Puncak 3.600 Nit

Panel depan Find X10 Pro Max berukuran 6,78 inci dengan teknologi OLED LTPO. Kecerahan puncaknya mencapai 3.600 nit, disertai peredupan PWM 3.840Hz dan sensor cahaya ambient lima kanal.

Angka PWM setinggi itu relevan buat pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar saat brightness diturunkan di ruangan gelap. Ini salah satu detail yang jarang disorot di spesifikasi papan atas, tapi berdampak langsung ke kenyamanan mata.

Xiaomi 18 Pro Max: Layar AMOLED 2,9 Inci di Punggung Bodi

Xiaomi mengambil pendekatan yang jarang ditemui di kelas flagship. Punggung Xiaomi 18 Pro Max ditempati layar AMOLED 2,9 inci dengan refresh rate hingga 120Hz dan kecerahan maksimum 4.000 nit.

Fungsi layar belakang ini cukup luas: menampilkan avatar, foto, notifikasi, kontrol cepat, hingga lebih dari 100 kartu aplikasi. Xiaomi juga memakai AI untuk membuat avatar yang bisa dipajang di panel tersebut.

Ada aksesori boneka kecil berbasis NFC yang bisa ditempelkan di bagian belakang perangkat. Layar belakang juga terintegrasi dengan asisten suara Xiaomi untuk menjalankan berbagai perintah.

Bodi dan Bobot: Fiberglass 235 Gram, Kaca 240 Gram

Xiaomi 18 Pro Max tersedia dalam pilihan material fiberglass dan kaca. Versi fiberglass berbobot sekitar 235 gram, sedangkan versi kaca mencapai 240 gram.

Bobot segini tergolong berat untuk ukuran smartphone, konsekuensi wajar dari baterai berkapasitas di atas 8.000 mAh dan layar tambahan di punggung. Xiaomi juga menyediakan edisi transparan dengan bagian belakang tembus pandang bernuansa merah.

Varian transparan itu hanya tersedia dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB, jadi posisinya sebagai opsi tertinggi di jajaran.

Yang Masih Jadi Tanda Tanya

Kedua perangkat sama-sama mengusung chip fabrikasi 2 nanometer, tapi belum ada angka benchmark resmi maupun hasil uji daya tahan baterai dari pengujian independen. Klaim baterai di atas 8.000 mAh masih perlu dibuktikan lewat pemakaian nyata, bukan sekadar lembar spesifikasi.

Harga resmi kedua model juga belum disebutkan dalam pengumuman peluncuran di China. Untuk pasar Indonesia, belum ada konfirmasi apakah Find X10 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max akan masuk secara resmi atau hanya tersedia lewat jalur impor.

Yang jelas, adu flagship 2nm ini menawarkan dua filosofi berbeda. OPPO bertaruh pada kapabilitas kamera dan kualitas layar depan, Xiaomi bertaruh pada layar sekunder sebagai pembeda. Pilihan akhirnya tergantung mana yang lebih sering kamu pakai sehari-hari.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top